oleh

Ngeluner

Namun, jika sudah menjadi pemimpin apalagi dalam sebuah lembaga negara yang memiliki dampak sosial begitu banyak pada masyarakat, maka sikap dan kebijakan “ngeluner” dengan alasan apapun dan dimodifikasi bagaimana pun tidak akan pernah lucu, bahkan menjadi catatan buruk dalam sejarah.

Dalam kacamata saya pribadi sebagai seorang rakyat kampung, saya melihat begitu banyak pribadi-pribadi “ngeluner” yang bercokol dalam lini kehidupan dan profesi yang memiliki dampak besar pada masyarakat. Namun saya berharap ini tidaklah benar dan hanya saya sendiri yang berpandangan seperti itu.

Loading...

Setuju atau tidak, saya melihat saat ini, di negeri ini, ada banyak pribadi-pribadi “ngeluner” yang tampil di berbagai media, atau juga sengaja ditampilkan oleh media sebagai bahan jualan untuk “ngeluner” ria. Betapa banyak diskusi yang ternyata bukan untuk mencari solusi tapi sekedar ajang caci maki. Hampir setiap hari kita ditampilkan tontonan yang jauh dari tuntunan.

Di negeri ini, ada banyak organisasi “ngeluner” yang menjadikan organisasi sebagai “panggung” sang pengelola organisasi yang pada akhirnya menjadi “mati mantak” atau “mantak malai”. Berapa banyak organisasi yang bersikap melebihi kewenangan aparat, mengintimidasi bahkan mengkriminalisasi. Berapa banyak organisasi yang diciptakan untuk sengaja “ngeluner” agar bisa mendapatkan tempat dan kekuasaan semata. Lucunya, organisasi seperti ini diberikan tempat, difasilitasi bahkan didanai.

Di negeri ini, ada banyak oknum penegak hukum “ngeluner” yang menjadikan hukum sebagai ajang balas dendam. Hukum yang tumpul untuk golongan tertentu namun sangat tajam untuk golongan lain. Sehingga tak heran jika ada yang berkata bahwa di negeri ini hukum sudah lama hilang. Yang tinggal hanyalah Fakultas Hukum, Pejabat Hukum dan lebih banyak lagi adalah Makelar Hukum. Semoga tak begitu adanya dan jangan sampai ada yang seperti itu.

Komentar

BERITA LAINNYA