oleh

Ngabis Beras

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial & Budaya —

DI NEGERI ini, sudah terlalu banyak organisasi, lembaga, badan, komisi, tapi keberadaanya tidak bermanfaat alias sekedar “Ngabis Beras”.

Loading...

—————

BEBERAPA waktu lalu saya sempat mengisi materi motivasi tentang generasi milenial di sebuah kampus. Salah satu yang saya bicarakan adalah mengenai tipikal generasi “ngabis beras”. Jika generasi seperti ini memiliki sifat “Laa yadroh qodruhu” (tidak tahu diri), maka ia berambisi menjadi orang populer, menduduki jabatan atau lembaga, maka dipastikan akan menjadi sesuatu yang tidak besar manfaat keberadaannya, bahkan organisasi atau lembaga atau bahkan jabatan yang ia miliki. Tutur lisan orangtua tempoe doeloe di Bangka menyebutkan karakrter seperti ini dengan kalimat “Ngabis Beras”.

“Ngabis Beras” adalah istilah masyarakat Pulau Bangka tempoe doeloe yang maksudnya adalah menyindir keras perilaku anak muda yang “dak kawa nyusah” atau malas bekerja dan hanya berleha-leha, memiliki angan yang besar tanpa diiringi dengan kreativitas dan kemampuan, namun tetap makan dari orangtua alias biaya hidup meminta kepada orangtua. Karakter inilah yang disebut oleh orangtua dengan “Ngabis Beras”, yakni hidup sekedar untuk makan.

Jika ia adalah anak muda, maka tentunya yang direpotkan dan dibuat “gerigit ati” alias geregetan hanyalah orangtua, saudara dan paling jauh adalah tetangga. Namun jika perilaku “Ngabis Beras” ini masuk pada sebuah perkumpulan yang menjadi organisasi, lembaga, komisi, jabatan, maka pastinya negara yang gregetan alias gerigit ati. Karena tak dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki banyak organisasi, banyak perhimpunan, berjubel komisi, lembaga bahkan jabatan. Tentunya hal ini ternyata tidak sedikit yang dibiayai oleh negara. Pada sisi lain rakyat masih belum sejahtera, namun sibuk membiayai organisasi ini itu, membentuk lembaga, komisi dan membagi-bagikan jabatan kepada orang-orang yang sebetulnya wujuduhu ka adamihi (keberadaannya seperti ketiadaannya).

Komentar

BERITA LAINNYA