oleh

Nelayan Pastikan Melawan Bila KIP Ngotot ke Laut Matras

SUNGAILIAT – Rencana masuk tambang laut Pantai Matras terus bergejolak pada kalangan warga Kelurahan Matras. Nelayan yang terus terancam kembali merapatkan barisan dan memberi sinyal jelas penolakan terhadap rencana masuknya Kapal Isap Pertimahan (KIP).

“Untuk tambang laut ini sekarang terjadi adu domba di Kelurahan matras dengan rumor yang kami dengar telah mulainya pembentukan panitia. Kami selaku nelayan akan bertindak kalau KIP masuk ke Pantai Matras,” kata Yaman salah satu nelayan dan toko pemuda Kelurahan Matras, Selasa (29/10).

Loading...

Yaman mengingatkan, sebelumnya tanggal 20 September lalu sudah terjadi kesepakatan warga di Kantor Kelurahan Matras. Tetapi belakangan malah sekarang terjadi pembentukan panitia KIP secara diam-diam.
Nada provokatif juga mengintimidasi nelayan yang dulunya hidup tenang sebelum ada rumor masuk KIP.

“Sekarang ini banyak “status” medsos, wa (whatapps) dari rombongan “panitia”, juga ada yang ngomong sampai mau “perang”, tapi kalau kami nelayan siap-siap saja menunggunya,” tegasnya.

Nelayan dalam hal ini mempertahankan laut sebagai wilayah tangkapan untuk mencari nafkah. Sehingga nelayan mempunyai hak menentukan ada atau tidaknya tambang, dan dalam hal ini sikap penambang menolak tambang laut. Untuk itu ia minta masyarakat jangan mau diadu domba.

Komentar

BERITA LAINNYA