oleh

Muntok White Pepper

Lalu apa yang terjadi di Jepang, sehingga ia bersedia memberikan dana hibah ke koperasi lada di Belitung. Begini urutannya berpikirnya. Ternyata kontrak perjanjian jual beli lada antara Koperasi Lectura Belitung Makmur dengan mitra di Jepang telah diperdagangkan ke Bursa Komoditi di Jepang.

Bursa komoditi Jepang adalah bursa komoditi terbesar kelima di dunia. Kontrak itu telah dijual oleh mitra Jepang seharga USD 25 juta. Sehingga mitra Jepang masih memiliki kelebihan USD 13 juta, setelah menghibahkan USD 12 juta ke petani lada Belitung melalui koperasinya. Tetapi kenapa tidak jadi, akan dikisahkan dalam tulisan yang lain.

Loading...

Tokyo Commodity Exchange adalah pasar komoditas paling besar di Jepang, dibentuk pada bulan November tahun 1984 ketika bursa Tokyo Textile Exchange, Tokyo Rubber Exchange, dan Tokyo Gold Exchange di-merger menjadi TOCOM. Bursa komoditas berjangka ini merupakan salah satu pasar terbesar dalam transaksi jual beli bahan-bahan mentah, misalnya minyak mentah, solar, bensin dan bahan bakar lainnya.

Selain itu, bursa berjangka TOCOM juga menawarkan kontrak berjangka dan options untuk karet, logam mulia seperti emas, perak, platinum, dan palladium, serta produk-produk pertanian yaitu kacang kedelai dan jagung. Produk komoditas dengan volume perdagangan tertinggi di bursa ini adalah logam mulia emas, disusul platinum, produk bahan bakar bensin, dan minyak mentah.

Selain Jepang, masih ada bursa komoditi besar dunia yang melirik Muntok White Pepper sebagai komoditi mahal dan langka yang menjadi makanan daerah dingin yang tak tergantikan dengan apapun. Artinya, skema yang dipakai oleh bursa komoditi Jepang, dipastikan juga akan dipakai juga oleh bursa komoditi di negara besar dan dingin lainnya.

Komentar

BERITA LAINNYA