oleh

Merawat Sejarah dalam Bingkai Wisata

*Ke Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang
MUSEUM dan sejarah adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Bangsa yang menghargai sejarah adalah bangsa yang menyimpan dan membagun peradaban masa lampau. Itu dilakukan dengan mendirikan museum. Bukankah sebuah bangsa yang besar adalah bangsa menghargai sejarah?

BUDI RAHMAD, Pangkalpinang


Loading...

KAMIS pagi, 8 Februari 2017, penulis sengaja mampir ke Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang. Sengaja karena menemani sang bocah laki-laki untuk ikut wisata edukasi bersama teman-temannya di TK Pembina I Pangkalpinang. Ternyata, di museum ini, hari itu, bukan cuma sekolah mereka saja yang berkunjung, ada siswa dari MIN Bangka dan TK Prestasi Sungailiat yang juga berkunjung. Ah, begitu ramainya museum hari itu.

Berkunjung ke museum, tentu berbeda dengan berkunjung ke destinasi wisata lainnya, destinasi pantai misalnya. Datang ke museum tentu akan berbicara dan mendengar peristiwa masa lalu, baik masa kejayaan atau masa kelam. Kemudian menjadikan catatan penting sebagai pengetahuan, bahkan sebuah pengajaran.

Hari itu, anak-anak dari berbagai destinasi pendidikan ini begitu bergembira. Jika anak dari MIN Bangka membawa buku catatan, maka anak-anak dari TK lebih banyak mendengarkan, bahkan tidak sedikit yang juga tidak mendengarkan. Setidaknya mengajak mereka ke Museum Timah adalah usaha memperkenalkan kekayaan Indonesia. Mereka, bocah-bocah ini, adalah generasi perawat dan penerus sejarah bangsa. Apalagi mereka adalah pewaris utama sejarah pertambangan timah.

Museum ini akan memberi anda informasi lengkap sejarah penambangan timah di Indonesia sejak zaman kolonial hingga era modren saat ini. Pengetahuan ini tidak bisa didapat di tempat lain, pasalnya museum sejarah pertimahan yang lengkap hanya ada di Pangkalpinang.

Museum Timah Indonesia yang berdiri sejak tahun 1958. Ke museum ini, jika dari Bandara Depati Amir hanya membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit. Dari bandara anda bisa menggunakan taksi atau mobil rental yang ada di bandara. Posisinya yang strategis akan sangat memudahkan anda menemukannya. Jalur ini juga akan memudahkan anda untuk melangkah ke destinasi berikutnya seperti pantai Parai, pantai Pasir Padi, ataupun pantai Rambak. Jika anda merupakan tamu dari sebuah kegiatan, biasanya panitia sudah memasukkan kunjungan ke Museum Timah Indonesia sebagai salah satu tempat yang akan didatangi.

Komentar

BERITA LAINNYA