Merasa kewalahan? Aturan 5-5-5 menarik Anda kembali dalam hitungan detik

Dawud

Lalus Daughter Quits: Family Feud Explodes After RJDs Defeat.

Siapa sangka berkirim pesan bisa terasa sekuat ini? Satu menit Anda mengetik, menit berikutnya Anda mundur, mengulangi kata-kata, dan bertanya-tanya apakah emoji itu membuat Anda terlihat kasar atau hanya merasa ngeri. Sejujurnya, memikirkan sesuatu secara berlebihan dan kemudian menjadi cemas terhadapnya sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.

Sekarang internet adalah tempat segala sesuatu terjadi, orang tidak hanya berbicara tentang rutinitas perawatan kulit atau perawatan kulit GRWM terlebih lagi, mereka bahkan membuat gambaran tentang teknik membumi seperti aturan 5-5-5 untuk mengelola spiral pikiran dan kecemasan. Ya, internet terkadang masuk akal!

Bagi mereka yang belum berpengalaman, teknik grounding adalah cara mental, fisik, dan sensorik untuk menjangkarkan diri Anda. Teknik-teknik ini pada dasarnya bertujuan untuk menurunkan pikiran-pikiran yang sarat kecemasan atau menyusahkan dan membantu Anda melewati spiral berpikir berlebihan. Meskipun ini adalah alat yang cukup umum bagi para ahli kesehatan mental, kesadaran akan hal ini masih perlu dikembangkan.

Catatan: Sebagai perubahan, ini bukanlah sebuah tren, juga bukan sekadar iseng-iseng, dan ini bahkan bukan hal baru, namun mungkin benar-benar berguna.

Apa sebenarnya aturan 5-5-5 itu?

Anda tidak sendirian jika Anda berpikir bahwa angka-angka mengatur segalanya akhir-akhir ini — mulai dari aturan kebugaran 3×3 hingga metode 30-30-30, orang-orang sebenarnya mengandalkan peretasan kebugaran semacam itu. Dan untuk kesehatan mental, saat ini 5-5-5.

Teknik ini muncul di TikTok ketika seorang pembuat konten memasang video tentangnya. Dan seperti hal lainnya, orang-orang mulai berhubungan dan membicarakannya.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Ajukan pertanyaan pada diri Anda: Apakah hal ini penting bagi saya dalam 5 menit, 5 hari, atau 5 tahun ke depan? Itu saja.

Ini membantu memberi pikiran beberapa perspektif. Ketika kita secara sadar mengubah cara berpikir kita tentang waktu, otak kita beralih dari pemikiran emosional ke pemikiran logis. Kecemasan dapat membuat masalah kecil tampak lebih besar, tetapi tanyakan pada diri sendiri, “Apakah masalah ini akan menjadi masalah dalam lima hari?” dapat membantu Anda mengembalikan pikiran ke jalur yang benar dan mendapatkan gambaran situasi yang lebih jelas.

Bhavya K Bairy, konsultan psikiatri, Rumah Sakit Manipal Jalan Kanakapura, menguraikannya:

“Jika Anda terpaku pada hal sepele yang hanya terasa besar pada saat ini, dan Anda tahu bahwa solusi akan datang tanpa dampak jangka panjang, maka itu adalah pemikiran yang berlebihan. Jadi, jika masalahnya adalah masalah sesaat, sesuatu yang bahkan tidak menjadi masalah dalam 5 menit, maka itu jelas merupakan masalah kecil, dan pikiran Anda menyadari bahwa Anda bereaksi lebih intens dari yang diperlukan. Aturan 5-5-5 membantu Anda membedakannya, dan itulah sebabnya aturan ini bekerja sangat baik pada orang-orang yang mengalami kecemasan.”

Namun, hal ini bukanlah jaminan untuk setiap situasi.

Rahul Chandhok, kepala konsultan, ilmu kesehatan mental dan perilaku, Rumah Sakit Artemis, Gurugram, menjelaskan bahwa seberapa baik kerjanya tergantung pada seberapa cemas seseorang dan bagaimana mereka menghadapinya. “Bagi sebagian orang, hal ini memberikan landasan instan, bagi yang lain, hal ini perlu dikombinasikan dengan kesadaran dan strategi perilaku kognitif. Yang paling penting adalah konsisten. Melakukannya sering kali membantu mengubah cara berpikir Anda dan membuat Anda lebih kuat secara emosional dari waktu ke waktu.”

Oleh karena itu, kedua ahli sepakat bahwa aturan 5-5-5 berfungsi seperti pertolongan pertama mental untuk mengatasi lonjakan kecemasan. “Hal ini akan segera membawa Anda keluar dari pemikiran berlebihan tentang situasi Anda karena hal ini membawa Anda kembali ke masa kini,” kata Dr Chandhok.

Namun, hanya ada satu tangkapan sederhana. Untuk mendapatkan manfaat jangka panjang, hal ini harus diintegrasikan dengan praktik yang lebih berkelanjutan seperti terapi, penjurnalan, dan pelatihan mindfulness. Hal ini pada akhirnya membantu Anda mengidentifikasi masalah mendasar yang menyebabkan kecemasan, dan seiring waktu membantu Anda mengembangkan keterampilan pengaturan emosi yang lebih dari sekedar bantuan sementara.

Kesimpulan

Ketika kesehatan mental menurun di seluruh dunia, para ahli mengatakan bahwa percakapan saja tidak cukup dan diperlukan kesadaran akan teknik dasar yang bisa menjadi pertolongan pertama yang cepat dan praktis ketika kecemasan meningkat.

Tidak dapat disangkal bahwa kita hidup di zaman yang mengalami overdrive, dimana kelelahan, kelelahan, dan kecemasan telah menjadi bagian dari sebagian besar hidup kita. Dr Bhavya percaya bahwa tren menjadi berisiko ketika tren tersebut menyebarkan penghindaran dan kepastian yang salah. Namun, dengan bimbingan yang tepat, ketika teknik seperti 5-5-5 muncul, hal ini dapat membantu pikiran melambat ketika dunia menolaknya.

– Berakhir