oleh

Meningkatkan Karakter Diri, Membumikan Nilai Moral

Oleh : Sabpri Aryanto – Wakil Ketua PWPM Babel
NILAI budaya dalam pendidikan saat ini semakin merosot, dapat kita ambil contah dari tingkah laku peserta didik yang semakin mengikuti perkembangan zaman yang semakin merosot nilai moral serta budaya. Karena hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan peserta didik yang masih tergolong remaja menuju masa pertumbuhan kearah dewasa.
——————–

PADA umumnya mereka masih bersifat labil dan sangat muda mengikuti pola yang ada di sekitar lingkungannya, seperti kasus-kasus yang lagi hangat pergaulan bebas, narkoba serta tawuran antar pelajar. Peristiwa seperti ini semakin mempengaruhi krisis moral di kalangan remaja kita saat ini. Padahal berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 yang menyebutkan:

Loading...

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Berdasakan UU tersebut sangat jelas tujuan pendidikan merumuskan mengenai kualitas manusia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Maka menanamkan nilai budaya dalam pendidikan sangat penting untuk menghindari prilaku peserta didik agar tidak menyimpang untuk berbuat negatif, Apalagi pemberitaan baru-baru ini Bangka Belitung (Babel) dikejutkan dengan video berdurasi pendek 2 menit 21 detik dengan dialek bahasa Bangka yang kini viral.

Pasalnya video tersebut mempertontonkan cekcok dua orang remaja putri hingga berkelahi di tengah jalan. itu menjadi contoh merosotnya nilai moral dan mental anak bangsa yang dimana seharusnya tugas mereka itu untuk belajar dan berproses menjadi pelajar yang diharapkan UU tersebut.

Komentar

BERITA LAINNYA