oleh

Mengenang Ade Sudrajat, Sang Hero Banjir Bandung yang Tewas di Gorong-gorong

SUASANA haru masih menyelimuti rumah milik Tarmini, 52, di jalan Hegarmanah, Kota Bandung. Alunan suara orang berdoa ayat suci Alquran bersamaan gemericik hujan kecil, masih mengiringi kepergian Ade Sudradjat, 30, yang kehilangan nyawanya saat menyelamatkan orang lain. Banjir yang melanda kawasan Bandung, Senin (24/10) tertanam dalam menjadi kenangan tragis keluarga kecilnya.
——

ADE Sudrajat, sang hero banjir Bandung, itu diantar ratusan orang ke peristirahatan terakhirnya pagi Selasa (25/10). Laki-laki 30 tahun yang kehilangan nyawa saat menyelamatkan rekan kerjanya dari derasnya banjir di Jalan Setiabudi itu dikebumikan di tanah kelahirannya, Cibonteng, Tanjung Mulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.


Loading...

”Saya kira (suami saya, Red) tidak apa-apa. Saat saya ke sana (TKP, Red) bersama bapak serta warga, suami saya ternyata meninggal. Saya menyaksikan sendiri, dia (Ade, Red) diangkat dari gorong-gorong.” Ketika mengenang momen memilukan dalam hidupnya itu, Erna Sutriana, 29, tak kuasa menahan duka yang menyesakkan. Air mata istri Ade itu langsung berderai dengan deras. Dia tak mampu lagi bertutur banyak.

Nanang Hidayat, tetangga korban, menuturkan, dirinya di lokasi kejadian tersebut mendapat informasi bahwa Ade sebelum meninggal terjebak hujan lebat dan banjir di dekat tempat kerjanya. Air meluap di Jalan Setiabudi yang mempunyai kontur menurun.

Saat itu, Ade melihat seorang sales promotion girl (SPG) yang juga sama-sama bekerja di Borma terjebak luapan air itu. Korban lalu memarkir motornya. Dia lantas menolong temannya tersebut. Setelah sang teman selamat, korban berjalan. Namun, pijakannya salah. Dia lalu terpeleset dan masuk ke gorong-gorong yang tidak tertutup. ”Korban yang dikenal baik itu meninggal,” jelasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA