oleh

Mati Pucok

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya —

REVISI UU KPK jangan sampai justru membuat KPK “Mati Pucok”. Kita sangat tak berharap kalau nanti keberadaan KPK itu Wujuduhu ka Adamihi (keberadaannya seperti ketiadaannya).

Loading...

——————-

SEBENARNYA rada malas juga menulis tema terlalu serius, wong hidup ini kalau terlalu dibuat serius semakin memusingkan kepala dan mempercepat proses penuaan dini. Tapi kali ini tak apalah, karena rada “gerigit ati” (geretan) dengan pemberitaan revisi UU KPK yang setelah saya ikuti ternyata cukup melemahkan keberadaan KPK di masa yang akan datang.

Memang, perubahan UU bukanlah hal yang terlarang, toh itu bikinan manusia. Di dunia ini yang tidak bisa dirubah hanyalah Wahyu Tuhan, yaitu ayat-ayat suci Al-Qur’an. Tapi sebagai rakyat, wajar dong kita sedikit curiga dengan niat besar DPR RI melakukan Revisi UU KPK dan ada upaya pelemahan dari sisi wewenang lembaga Anti Rasuah ini. Upaya pelemahan ini membuat KPK menjadi impoten, yang dalam bahasa masyarakat Pulau Bangka adalah “Mati Pucuk/Pucok”.

Menjadikan Pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara yang pada akhirnya menjadikan pegawai KPK diatur oleh Kementerian. Izin proses penyadapan adalah salah satu yang dipastikan membuat KPK menjadi lumpuh dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Begitupula dengan keberadaan KPK yang tidak lagi memiliki hak untuk mengangkat penyelidik dan penyidik sendiri. Upaya besar tersistematis ini yang akan membuat KPK menjadi kerdil ditengah “keperkasaannya”.

Komentar

BERITA LAINNYA