oleh

Kunjungan Raja Salman, Untuk Kepentingan Islam?

Oleh: Sofiyan Rudianto
Ketua HTI DPD I Bangka Belitung —

RABU, 1 Maret 2017 akhirnya Raja Salman bin Abdul Aziz dari Kerajaan Arab Saudi berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Raja Arab Saudi ini adalah yang pertama setelah 47 tahun lalu sejak kunjungan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada tahun 1970. Beberapa pekan sebelum kedatangan Raja Salman hingga kedatangannya telah menimbulkan kehebohan tersendiri di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari pemberitaan di media bahwa Raja Salman berkunjung ke Indonesia dengan membawa rombongan sebanyak 1.500 orang, yang terdiri dari 25 Pangeran Kerajaan, Menteri, para Pengusaha, 112 delegasi resmi dan lainnya.
——-
DITAMBAH lagi bahwa kunjungan Raja Salman ini katanya akan membawa investasi  ke Indonesia senilai ratusan triliun Rupiah. Kargo seberat 459 ton yang dibawa langsung menggunakan pesawat dari Arab Saudi, mengangkut sejumlah keperluan rombongan, termasuk 2 mobil mewah Mercedes Benz dan tangga otomatis, fasilitas pesawat yang membawa Raja Salman setara dengan hotel bintang lima semakin menambah kehebohan tersendiri di dalam negeri. Pemerintah RI pun menyiapkan toilet, karpet merah di ruang toilet serta bangku khusus untuk sang Raja.

Loading...

Selain menimbulkan kehebohan, tentu saja kedatangan Raja Salman ini menimbulkan harapan tersendiri bagi bangsa Indonesia ditengah kondisi ekonomi yang sulit dan carut marut, iklim investasi yang kurang kondusif sejak kasus Ahok, serta  banyaknya investasi Cina yang masuk ke Indonesia yang diduga kuat diikuti dengan masuknya tenaga kerja Cina serta idiologi sosialisme-komunis yang sangat mengancam lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia, membahayakan kedaulatan ekonomi serta eksistensi  negeri ini yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Wajar saja harapan ini muncul kepada Raja Salman mengingat Beliau adalah seorang Muslim, Pemimpin dari negeri Islam    yang kaya akan minyak, penjaga dua kota suci Mekkah dan Madinah serta negeri tempat lahirnya Islam.

Komentar

BERITA LAINNYA