oleh

KPK Ada Salinan Buku Merah?

Terkait hal ini, Laode mengaku tidak mengetahui secara persis hasil gelar perkara tersebut. Namun, ia melanjutkan, KPK telah menyerahkan alat bukti buku merah kepada Polri yang menanganinya. Karena, putusan pengadilan menyatakan kasus pengrusakan buku merah termasuk ke dalam ranah pidana umum.

“Kita serahkan, karena katanya untuk melakukan penyidikan lebih lanjut. Karena itu kan tindak pidana umum. Tapi karena sekarang misalnya Polri mengatakan bahwa tidak cukup bukti, ya kita serahkan kepada mereka,” kata Laode.


Loading...

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan lembaga antirasuah pernah diundang oleh Polri untuk hadir dalam proses gelar perkara. Namun, kehadiran KPK saat itu hanya sebatas mendengarkan keterangan dari penyidik Polri.

“Karena kewenangan untuk melanjutkan atau menghentikan sebuah perkara itu berada pada penyidik, dalam hal ini penyidik yang ada di Polri, maka tim yang hadir cenderung sebagai pendengar karena kami tidak punya kapasitas untuk memutuskan pada saat itu,” ujar Febri.

Febri menambahkan, KPK saat itu hadir memenuhi undangan Polri. KPK datang hanya sebatas mendengar keputusan yang diambil oleh penyidik. Ia menyatakan, KPK tak dapat bebuat lantaran kewenangan pengambilan keputusan berada di tangan Polri.

Komentar

BERITA LAINNYA