oleh

Kontraktor Minjam Bank

Babelpos.co /PANGKALPINANG – Sidang perkara korupsi pengadaan pupuk organik milik Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pemkab Bangka Selatan (Basel) senilai Rp 3.728.879.000 bersumber dari APBD  tahun 2012 di PN Tipikor,  masih beragenda mendengar keterangan saksi-saksi. Kemarin sore  jaksa penuntut menghadirkan 2 petugas kredit dari bank SumselBabel cabang Toboali. Masing-masing: Yakub dan M Paris.

Dalam inti keteranganya di hadapan majelis hakim yang diketui Setyanto Hermawan mengungkapkan kalau terdakwa Hambali  (penerima kuasa dari Mundilah Muhammad Syarkowi selaku direktur CV Dwinda Chantika Utama  yang  buron), telah meminta pinjaman kredit kepada bank SumselBabel. Melalui kredit modal kerja konsumsi telah dicairkan senilai Rp 1,6 Milyar. “Dengan jaminanya sebidang tanah dan bangunan pak,” ungkap Yakub.


Loading...

Senada  diakui oleh M Paris kalau pinjaman sebesar itu juga dipergunakan oleh terdakwa untuk membiayai penggarapan proyek pupuk itu. Karena nilai proyek besar sehingga bisa meyakinkan pihak bank untuk mengucurkan duit. “Nilai proyeknya lebih dari Rp 3 Milyar. Dia pinjam Rp 1,6 Milyar (separuhnya.red),” kata M Paris.

Jaksa penuntut Sarpin  kepada harian ini menilai dengan terungkapnya pinjaman modal tersebut pertanda pihak kontraktor tidak mapan dalam hal keuangan perusahaan. Semestinya pihak PPK dan pejabat pengadaan jeli soal ini (keuangan.red). “Lebih dari separuh modal masak minjam, kok bisa dimenangkan. Hal seperti ini saja sudah bisa ditebak bakal jadi proyek tidak beres atau memang sudah terkondisikan sejak awal,” ucap Sarpin.

“Dan faktanya juga akhirnya karena ketidakberesan memilih perusahaan jadinya negara dirugikan. Kondisi yang tak menguntungkan seperti ini harus dipertanggungjawabkan secara hukum oleh para terdakwa,” ujarnya.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA