oleh

Kesadaran Dalam Filosofi “Kedik”

Oleh: Ahmadi SOpyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya —

SALAH satu rezeki terbesar manusia adalah kesadaran
dan salah satu kebodohan terbesar manusia adalah ketidaksadaran.


Loading...

———————–

DALAM berbagai kesempatan, seringkali saya mengungkapkan bahwa ayat Qur’an pertama kali turun berbunyi “Iqra’” yang bermakna “Bacalah!” memiliki makna yang sangat luar biasa untuk kehidupan. Menurut saya yang bukan mufassir ini, salah satu jalan keselamatan dan kesuksesan seseorang adalah kemampuan dirinya dalam membaca, terutama membaca diri sendiri (selain membaca Wahyu Allah SWT dan alam/lingkungan). Kemauan yang diikuti dengan kemampuan untuk membaca diri akan melahirkan manusia tahu diri dan menemukan jati diri.

Menjadi manusia tahu diri diawali dengan sikap kesadaran diri. Salah satu rezeki terbesar manusia adalah kesadaran dan salah satu kerugian terbesar adalah ketidaksadaran. Sikap tidak sadar diri selain merugikan diri sendiri, juga pasti berimbas pada orang lain dan lingkungan dimana ia berada. Seorang kawan yang tidak sadar pada bau mulutnya, akan membuat suasana ngobrol menjadi tidak hangat. Begitu juga seseorang yang yang memiliki persoalan bau ketiak yang menyengat, membuat pasangan hidupnya akan menderita, teman-teman pun menjauh dan orang lain akan malas mendekat. Ketika pergaulan menjadi jauh, rezeki dan usaha pun menjadi susah. Hanya karena ketidaksadaran pada persoalan bau mulut dan bau ketiak saja, bisa menuai banyak drama kehidupan. Apalagi ketidaksadaran seseorang pada norma, moral dan hukum.

Begitupula dengan sebuah negara. Ada negara yang sadar diri, ada pula yang tak tahu diri. Ada negara yang selalu menyangka bahwa keadaan baik-baik saja, sampai tak menyadari karena berusaha menutupi diri bahwa semua kelancaran itu bertumpu pada hutang. Dengan hutang itu pula semua menyangka negara sedang bertumbuh. Jalan-jalan penuh dengan macet kendaraan dan BBM bersubsidi dipakai juga untuk geng motor kebut-kebutan. Begitu murah harga BBM itu sampai penganggur saja bisa membeli hanya untuk kebut-kebutan liar di jalanan. Inilah yang sering disebut para netizen sebagai Negeri Gagal Paham.

Komentar

BERITA LAINNYA