oleh

Kemenristek Tetap Siapkan Opsi PLTN, Ada Torium di Babel

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan tetap mempersiapkan opsi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan listrik masa depan.

————

Loading...

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, opsi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk sumber energi listrik harus direspons dengan penyiapan skema pembangunan yang aman.

“Kita harus mengantisipasi ketika permintaan listrik naik dan konsumsi listrik per kapita di Indonesia juga naik, seiring dengan kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Bambang, Kamis (7/11).

Bambang mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan listrik ke depan maka Indonesia harus siap dengan substitusi energi seperti surya, air dan angin, serta mengeksplor energi baru seperti nuklir.

“Kalau pun kita belum mau mengembangkan sekarang, jangan tinggalkan sama sekali, jangan role out dari possibility,” ujarnya.

Menurut Bambang, Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) di bidang nuklir yang berkualitas seperti di Badan Tenaga Nuklir Nasional serta reaktor nuklir. Reaktor nuklir di Bandung merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Komentar

BERITA LAINNYA