oleh

Kembalikan Lada Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

“PENULIS menerima banyak pertanyaan dari para pihak, bagaimana caranya harga lada tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Saat penulis presentasi di Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama, ada peserta bertanya begitu. Beberapa masyarakat bahkan banyak mengirim pesan kepada penulis dengan pertanyaan serupa. Demo mahasiswa di Babel minggu lalu juga ingin agar kejayaan lada Babel dikembalikan seperti dulu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) pun telah melakukan berbagai upaya untuk itu. Tapi belum juga berhasil menolong petani. Ada apa?”

Loading...

———————

SEBUAH kisah. Penulis pernah menghimpun petani lada di Belitung tahun 1999. Mereka terhimpun dalam sebuah Kelompok Petani Lada (KTL) di setiap desa di Belitung. Waktu itu Belitung masih satu wilayah kabupaten. Yakni Kabupaten Belitung. Saat itu terbentuk 79 KTL di 79 desa secara spontan dalam tiga bulan.

Dalam tiga bulan itu, terbentuklah koperasi petani lada bernama Koperasi LBM (Lectura Belitung Makmur). Setiap KTL ada ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Jumlah anggotanya ada yang belasan dan ada yang mencapai puluhan. Hampir setiap minggu saat itu Koperasi LBM mengadakan rapat antara Pengurus Koperasi dan Pengurus KTL. Sebab anggota koperasi petani lada itu adalah anggota KTL tadi.

Berbagai persoalan dibahas dalam rapat itu. Mulanya koperasi ini dirintis penulis hanya untuk keluarga terdekat. Tapi banyak kawan-kawan yang ingin bergabung. Sehingga diputuskan menjadi koperasi petani lada Belitung saja. Bergerak cepat. Karena saat itu, sedang mengejar tenggat waktu berlakunya Kredit Usaha Tani (KUT) yang akan dikucurkan oleh Bank Indonesia. Penulis pun telah mengikuti pelatihan selama dua minggu di bank sentral itu.

Komentar

BERITA LAINNYA