oleh

Kejati Dalami Komputer Diknas

Babelpos.co PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sedang mendalami dugaan adanya penyimpangan dalam pengadaan komputer senilai Rp 26 milyar. Pihak Pidsus juga telah menerima informasi serta menampung atas dugaan ketidakberesan tersebut dimana di beberapa sekolah SLTA sempat ditemukan unit-unit komputer dari pengadaan tersebut yang tidak bisa difungsikan.

Dari informasi yang harian ini kumpulkan beberapa sekolah yang alami permasalahan tersebut di antaranya yakni di SMK Muhammadiyah Sungailiat. Di sekolah tersebut telah menerima sebanyak 20 unit. Namun hanya 16 unit yang bisa dipergunakan, sisanya 4 unit tidak bisa dipakai disebabkan beberapa komponenya tidak tersedia.

Loading...

“Memang ada informasi yang masuk terkait persoalan pengadaan komputer tersebut. Terutama dari media-media dan ini sedang kita dalami. Kita terus kumpulkan informasi dan data terutama terkait data lapangan. Misalnya betul tidak banyak komputer yang tak bisa berfungsi itu, padahal masih baru kan,” kata Aspidsus Eddi Ermawan kepada harian ini.

Eddi katakan untuk proyek Diknas pengadaan komputer jajaranya, yakni Pidsus Kejari Belitung Timur telah melakukan penyidikan. Dimana telah menyita sebanyak 320 unit komputer di 8 tempat milik Diknas Belitung Timur.

Jaksa melakukan penyegelan barang bukti komputer, UPS dan server ini lantaran diduga terjadi penyimpangan pengadaan pada sistem E-Katalog tahun 2016 senilai Rp2,2 milyar.

Dikatakanya mestinya sistem E-Katalog tidak terjadi lagi penyimpangan, tetapi faktanya tidak sesuai harapan.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA