oleh

Kejagung Eksekusi Uang Tunai Rp 477.359.539.000.

“Tahap pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (Inkraht). Berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Nomor Print: 1303/M.1.14/Fu.1/11/2019 tanggal 8 November 2019. “Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan tanggal 11 November 2019, terdakwa Kokos Jiang Alias Kokos Leo Lim telah dieksekusi dengan cara dimasukkan ke Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur,” tutupnya.

Terpidana Kokos Jiang, selaku PT Tansri Majid Energi (PT TME) bersama-sama dengan Khairil Wahyuni, Direktur Utama PT PLN BB (dalam penuntutan terpisah, Red) pada 2011 sampai d 2012 bertempat di Kantor PT PLN Batubara, Jakarta Selatan telah menyalahgunakan kewenangan atau melawan hukum. Yakni membuat Nota Kesepahaman Kerja sama Operasi Penambangan Batubara tanpa melalui Kajian Kelayakan Operasi (KKO) / Uji Tuntas, tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam Kerjasama Strategis dalam Amandemen III yang seharusnya spesifikasi batu bara untuk 16 PLTU tertinggi dengan kalori 5.7 Kcal/Kg Ar dan terendah dengan kalori 4.000 Kcal/Kg Ar.

Loading...

“Namun perjanjian dibuat dengan spesifikasi batu bara sekitar 2.600 Kcal/Kg Ar. Sebagian besar lokasi tambang belum dibebaskan serta masih ada yang bersengketa,” jelas Kajati DKI Jakarta, Warih Sadono.

Kokos juga tidak mengindahkan ketentuan Pasal 92 Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Yaitu pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) berhak memiliki mineral atau batu bara, apabila memenuhi iuran eksplorasi atau iuran produksi pemegang IUP. Sedangkan PT TME belum berproduksi dan belum membayar iuran produksi/loyalty. Seharusnya, Kokos belum berhak memiliki batu bara. Sehingga tidak berhak untuk melakukan perikatan batu bara kepada pihak lain.

Komentar

BERITA LAINNYA