oleh

Kasus Mamin, JPU Diminta Jangan Kepalang Tanggung, PH: Seret Semuanya!

Sebagai pembela, pihaknya terus mendorong kliennya untuk buka-bukaan dan bekerjasama yang baik dengan Kejaksaan. Bahkan terdakwa Yusuf telah memilih untuk menjadi justice collaborator. Harapanya dengan begitu keseriusan dan niat baik yang tinggi dari klien agar mampu bersinergis dengan moralitas Kejaksaan.

“Klienya kita sudah akui bersalah dan menyesali, tentu niat baiknya adalah untuk membongkar keseluruhan perkara ini. Niat baik dari terdakwa atas ini semua jangan sampai dianggap angin lalu tetapi harapanya kita agar bersinergis. Ke depannya tidak saja soal penetapan tersangka baru tetapi kasus serupa (korupsi makan minum) di Sekretariat dapat disidik baru untuk tahun-tahun penganggaran yang sudah-sudah. Sebab klien kita juga sudah akui soal mark up dan fiktif itu sudah menjadi kebiasan sejak lama,” jelasnya.


Loading...

Hingga saat ini menurut Berry, pihaknya masih percaya penuh pada Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. Baginya tidak mungkin Kejaksaan mau menggadaikan integritas, profesionalisme dan kepercayaan publik yang telah tumbuh. “Kita masih percaya penuh dengan jaksa, tak mungkin mau mengecewakan publik yang telah memberikan kepercayaan penuh atas terangkatnya kasus ini. Kejaksaan juga sudah tahu publik sangat menantikan istri Bupati dan istri Wakil Bupati diperlakukan sama dengan klien kita demi rasa keadilan hukum. Bukankah dikatakan, semua warga negara sama di mata hukum, dan inilah saat pembuktiannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam fakta persidangan terungkap dari anggaran sebesar Rp 2.342.417.135 hanya Rp 658.846.400, yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak Sekretariat. Selebihnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga pihak ahli menemukan terdapat mark up, fiktif dan sebagainya. Dari situlah kemudian diperoleh kerugian negara senilai Rp 1.683.570.735.

Komentar

BERITA LAINNYA