oleh

Kapolda: AKBP Yusuf Dinonjobkan!

*Desi Terbukti Maling, Tapi Masuk Tipiring
*Kapolres Janji Usut Dugaan Pencuri Masuk Komplotan

ENTAH siapa yang sesungguhnya menjadi ‘korban’ dalam kasus ini. Drama pencurian yang dilakukan ibu rumah tangga (IRT), Desy Haumahu (42) –yang diduga berkomplot–, yang berbuntut emosinya sang pemilik Minimarket yang juga Perwira Polisi AKBP M Yusuf hingga terjadi pemukulan dan videonya menjadi viral di Medsos, hingga keduanya harus menanggung akibat.

Loading...

—————————

SIDANG kilat karena dinilai kasus Tindak Pidana Ringan (Tipiring), membuat si ibu Desy hanya diganjar 1 bulan penjara dengan masa percobaan 3 bulan.

“Ini kasus termasuk pidana, tetapi sifatnya ringan dimana nilai kerugiannya sekitar Rp 400 ribu. Terdakwa kita putuskan dengan 1 bulan penjara dengan masa percobaan selama 3 bulan,” ujar hakim tunggal, Iwan kepada harian ini kemarin sore usai persidangan.

“Terdakwa tidak menjalankan hukuman penjara 1 bulan tersebut secara langsung. Tetapi bilamana selama masa percobaan 3 bulan dia melakukan tindak pidana serupa, maka akan dieksekusi segera untuk menjalani penjara 1 bulan tersebut,” ujarnya.

Di antara hal yang meringankan dikatakan Iwan, Desi yang merupakan warga yang beralamat di jalan Rawasari Rt. 09 Rw. 02, Cipayung, Depok, belum menikmati hasil kejahatan di minimarket Aprimart milik Yusuf tersebut. Selain itu juga terdakwa sudah teraniaya oleh pemiliknya. “Di antara pertimbangan meringankan terdakwa belum menikmati hasil perbuatannya itu. Selain itu dia juga sudah dianiaya oleh pemilik mini market sampai viral di dunia maya,” jelasnya.

Dalam kasus pencurian yang viral ini berawal pada hari Rabu, 11 Juli 2018 sekira pukul 19.00 WIB. AKBP Muhamad Yusuf selaku pemilik mini market Apri Mart menerima telpon dari penjaga tokonya yang mengatakan di toko tersebut ada pencuri yang tertangkap tangan.

AKBP Yusuf yang merupakan Kasubdit Pamovit Polda Bangka Belitung –sudah diberhentikan–, langsung menuju tokonya. Sampai disana perwira dengan 2 melati di pundak ini menginterogasi Desi. Saat ditanya KTP, bilang tidak punya, saat ditanya teman-temannya yang melarikan diri, juga bilang tidak tahu. Padahal sesuai laporan penjaga toko, bahwa ada sebanyak 7 orang dengan menggunakan mobil Avanza berhenti di depan tokonya. Seorang sopir masih di mobil, lalu 6 orang masuk toko. Saat 3 orang (2 ibu dan 1 anak) tertangkap tangan mengambil barang milik toko, akhirnya 3 lainnya bersama sopir melarikan diri dengan menggunakan mobil Avanza.

Komentar

BERITA LAINNYA