oleh

Kajati Sindir Kajari yang Produknya Teri

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Happy Hadiastuty tidak membantah kalau produk penyidikan  tindak pidana korupsi  (tipikor) dari jajaranya di Kejaksaan Negeri masih berkelas teri. Ini nampak dari  pemulihan kerugian negara yang masih jauh dari harapan bahkan masih berkutat hanya berkisar jutaan semata.

“Saya sedih juga dicaci teman-teman (wartawan dan aktivis penggiat anti korupsi.red) katanya Kejaksaan masih produk tipikornya ecek-ecek, beraninya cuma sekelas petani dan takmir masjid. Aduh dek, kan adek-adek juga yang bikin beritanya target saya  untuk tipikor itu kerugian negara yang besar (milyaran) dan pelakunya kakap, terakhir kerugian negara yang kita pulihkan sendiri (dari Kejaksaan Tinggi.red) capai Rp 10 Milyar,” kata Happy kepada harian ini dalam sebuah diskusi ringan di Kejaksaan Tinggi Jumat lalu.

Loading...

Memang, dikatakan Happy tidak salah juga sorotan negatif masih melekat. Pasalnya beberapa waktu terakhir produk tipikor hanya menjerat kelas pak tani dan takmir masjid hingga akhirnya juga dibebaskan oleh pengadilan tinggi.

Tetapi  kata jaksa nomor satu di Bangka Belitung produk tersebut bukan miliknya melainkan Kejaksaan Negeri. “Mana ada saya punya produk tipikor kelas pak tani tamatan SMP maupun takmir masjid, tanyakan pada masing-masing Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri sana,” tukasnya.

Dirinya sebagai pimpinan tertinggi di seluruh kejaksaan di Babel katanya sudah memberikan contoh dan semangat tinggi dalam memproduksi penyidikan tipikor yang berkelas sesuai tuntutan masyarakat dan kekinian. Dikatakanya juga sebetulnya semangat tersebut sudah bisa didukung penuh mengingat sudah ada SDM di Pidsus Kejari yang jebolan komisi pemberantasan korupsi atau KPK.

Komentar

BERITA LAINNYA