oleh

Kades Belo Laut Divonis Rendah?

Majelis juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menyetorkan pada kas negara cq. Desa Belo Laut, pengganti uang pengembalian kerugian keuangan negara dari para saksi dalam proses penuntutan sejumlah Rp4.800.000  sebagai pembayaran uang pengganti.  Perbuatan terdakwa hanya dijerat dengan pasal subsidair sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor  31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang dirubah dan ditambah dengan undang-undang nomor  20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang -undang nomor  31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam dakwaan  yang lalu dipaparkan penyalahgunaan dana  senilai Rp1.296.701.511. Dimana dana tersebut tidak dimasukkan  ke dalam rekening kas desa Belo Laut sebagai bagian dari pendapatan Desa. Tetapi hanya dimasukan ke dalam rekening lain yang mana bertentangan dengan pasal 3 Ayat (1) UU nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara.

Loading...

Terdakwa  telah mempergunakan uang pihak ketiga tidak sesuai peruntukan. Di antaranya yang diungkapkan mulai dari simpan pinjam pejabat desa,  beli mobil  hingga beli tanah fiktif.

Pembelian 1   unit mobil Toyota HILUX 2.0 L MT Pick Up warna silver Metalik nomor Polisi B-9205-DJ dengan nomor Rangka MR0AW12G680011455 dan nomor mesin 1TR6603732 atas nama Tung Nyan Tjipto Harjono yang dibeli terdakwa pada tahun 2013 seharga Rp 148 juta. Pembelian lahan tanah pada tahun 2013 sebesar Rp30 juta yang mana pembelian lahan tanah tersebut adalah lahan milik terdakwa sendiri. Pembayaran pembebasan lahan tanah Kantor desa berukuran 15 x 30 M sebesar Rp35 juta  tahun 2016.

Menariknya lagi, dana tersebut oleh pria 52 tahun dipergunakan untuk kegiatan simpan pinjam. Terungkap dalam daftar pengeluaran pejabat desa, BPD hingga dusun ramai-ramai meminjamkan uang tersebut. Terungkap pengeluaran uang untuk pinjaman mencapai Rp belasan juta.  Selain itu juga uang tersebut disebar terdakwa kepada perangkat desa hingga RT berupa pemberian insentif dan THR sejak tahun 2013 sampai dengan  2017. Lebih menariknya lagi terungkap seorang wartawan  turut kecipratan sejumlah uang.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA