oleh

Jomblo dan Tahun Baru

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial & Budaya —

TAHUN udah berganti. Jangan cuma asyik bakar jagung, tapi segera lamar calonmu biar gak ditelikung. Yang seru itu bukan nunggu detik-detik tahun baru, tapi detik-detik nunggu penghulu.Bukan tiup terompet, tapi di pelaminan duduk berdempet.

Loading...

————-

MALAM pergantian tahun tadi, saya berkumpul di Masjid bersama masyarakat Desa Ranggung Bangka Selatan. Ini pertama kalinya malam pergantian tahun baru di Desa Ranggung dilaksanakan kegiatan keagamaan. Biasanya tiap tahun selalu diisi dengan perayaan musik dangdutan. Tapi tahun ini, oleh IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Al Mukarromah desa setempat sangat berbeda dan ditanggapi positif oleh kalangan aparat desa serta tokoh masyarakat.

Bagi saya pribadi, malam itu adalah perjalanan paling panjang yang saya tempuh, karena pamitan sebelum maghrib tahun 2019 dan nyampe rumah sudah lewat tengah malam pada tahun 2020 dengan oleh-oleh buah durian dari masyarakat Desa Ranggung. Sampai di rumah masih saya sempatkan memanfaatkan keisengan dengan membuat video singkat “Jomblo dan Tahun Baru” untuk konten di channel Youtube.

Jomblo & Fenomenanya
DI MALAM pergantian tahun 2019 ke 2020 tadi, sepulang dari Desa Ranggung, kepada kawan-kawan muda yang mayoritas adalah mahasiswa yang sedang kumpul ngopi di rumah, saya sampaikan bahwa sepertinya kebanyakan yang merayakan malam pergantian tahun (malam tahun baru) itu adalah kaum jomblo. Dari mulai kaum Jones (Jomblo Ngenes), Jokut (Jomblo Akut) sampai dengan Jomat (Jomblo Terhormat). Walaupun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dipastikan tidak akan ditemukan kata “Jomblo” didalamnya. Tapi masyarakat media sosial sepakat mengartikan kalimat “Jomblo” adalah orang yang tidak memiliki pasangan hidup.

Komentar

BERITA LAINNYA