oleh

Jen Budu, Dak Kawa Saro….

*19 Tahun Kep. Bangka Belitung

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

Loading...

MEMBANGUN negeri ini harus kembali pada budaya “bekisah”, karena dulu negeri ini berdiri menjadi Provinsi diawali oleh “bekisah” oleh orang-orang yang ingin melihat putra-putri Bangka Belitung maju, bukan produksi “ayam negeri”, apalagi dari negeri lain!

—————

JIKA diibaratkan manusia, kala umur 19 tahun artinya beranjak menuju kedewasaan, orangtua sering menasehati anaknya dengan beberapa hal, di antaranya kemandirian, kebijaksanaan, adab dan adat, agar anaknya tidak sengsara dan menyengsarakan.

19 TAHUN, bukan lagi usia anak-anak, tapi ia sedang menjalani masa remaja, penuh semangat tapi juga seringkali galau, masalah sepele jadi ribet, masalah ribet kadangkala dibiarin karena tak mau susah.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasuki usia 19 tahun. Jika diibarat remaja, ia sudah hampir mencapai usia dewasa, usia dimana sudah layak berrumah tangga, apalagi sosoknya adalah gadis penuh pesona. Tapi usia itu jjuga adalah usia dimana bergelora semangat muda untuk mencapai kesuksesan diri guna mencapai cita-cita.

19 tahun adalah usia dimana tak lagi ditolerir sikap bermanja ria, sudah wajib senonoh alias inga, menutup aurat dari pandangan orang-orang yang tak berhak, sudah mampu mengasuh adik-adiknya dan lebih dari itu usia 19 tahun adalah usia yang cukup sensitif, baik dan buruknya begitu gampang dirasuki apalagi dengan kecanggihan teknologi modern, globalisasi, modernisasi dan westernisasi seperti sekarang ini.

Komentar

BERITA LAINNYA