oleh

Jangan Ngeyel, Juga Jangan Ingel-ingel?

WARGA dalam hal ini diharapkan tak cuma patuh, tapi juga kesadaran dan keinginan agar virus itu tak masuk ke daerah ini. Apalah arti keinginan Gubernur, Walikota dan Bupati jika masyarakat masih ‘ngeyel’ dan masih ‘ingel-ingel’.

Oleh: Syahril Sahidir
CEO Babel Pos Grup


Loading...

DI Medsos, sudah banyak warga yang sadar dan tahu, meski masih banyak juga yang ngeyel. Bahkan ada yang meminta Gubernur, Walikota juga Bupati untuk melakukan lockdown.

Meski Gubernur, Walikota, dan Bupati tidak bisa me-lockdown daerah ini, setidaknya masyarakatlah yang me-lockdown diri sendiri. Membatasi keluar rumah, membatasi hal-hal yang dianggap tidak penting, demi kebaikan bersama.

***

PEMERINTAH daerah (pemda) tidak boleh mengambil kebijakan lockdown. Sebab, hal itu merupakan wewenang pemerintah pusat. Semua kebijakan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus ditelaah secara mendalam.

“Perlu saya tegaskan bahwa kebijakan lockdown, baik di tingkat nasional maupun di daerah adalah kebijakan pemerintah pusat,” tegas Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3) lalu.

Dengan penegasan Jokowi ini berarti, adalah tidak mungkin bagi Gubernur, Walikota/Bupati untuk me-lockdown sendiri daerahnya. Bukankah kebijakan sebagian juga ada di pusat. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat yang tak sepenuhnya bisa teratasi tentu akan menjadi masalah jika lockdown dilakukan.

Komentar

BERITA LAINNYA