oleh

Jadi Calon, Calon Jadi?

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

BANYAK kandidat bakal calon Bupati/Wakil Bupati di empat Kabupaten yang akan menggelar Pilkada mengambil posisi wait and see. Meski sudah daftar di partai, tapi masih menunggu. Lebih-lebih yang ingin lewat jalur independen.


Loading...

——————–

BAIK untuk Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, maupun Belitung Timur seperti sekarang ini.
Langkah ‘tunggu dulu’ bertolak dari beberapa alasan. Menunggu kepastian partai, menunggu atau ingin melihat siapa saja yang akan maju, serta banyak alasan lainnya.

Langkah ini akan membuat nilai tawar ke Partai Politik menjadi riskan. Karena, bagaimanapun partai politik yang akan mengajukan calon tentu berharap agar kandidat yang mereka majukan tak hanya sekadar bakal calon, tak hanya sekadar calon penggembira, tapi tentu dengan keinginan menjadi ‘calon jadi’. Tak sebatas ‘jadi calon’.

Partai dalam mengajukan calon tentu memasang syarat-syarat formal yang kasat mata, seperti sudah dikenal baik oleh masyarakat pemilih, tingkat kemungkinan terpilihnya (elekltabilitas) yang tinggi, juga syarat-syarat ‘tak terlihat’ tapi terasakan, yaitu secara finansial. Apakah mungkin nilai tawar ke partai akan besar, sementara sang kandidat sendiri belum muncul ke permukaan? Loh, ingin tahu elektabilitas sang calon bagaimana? Bagaimana hasil surveynya.

Ironisnya, banyak kandidat yang akan maju di 4 kabupaten tersebut belum mau memunculkan diri atau mensosialisasikan diri dengan alasan belum dapat ‘kereta’. Sehingga saat ini masih kasak-kusuk melobi partai dulu, nanti kalau sudah pasti, baru membangun pencitraan diri? Di sisi lain, partai-partai sendiri masih menunggu kepastian aturan Pilkada baik itu menyangkut UU, terutama berhubungan dengan Peraturan KPU selaku penyelenggara.

Komentar

BERITA LAINNYA