oleh

IKT Timah Datangi DPRD Babel, “Kami Ingin IUP Tetap Utuh!”

Serikat pekerja di lingkungan PT Timah ini juga meminta pihak yang terlibat dalam penyusunan RZWP3K untuk serius dan objektif memperhatikan aspek ekonomi masyarakat khususnya yang berkaitan langsung dengan usaha dan industri pertambangan timah.

“Sebab, keberlangsungan perusahaan adalah hajat hidup karyawan dan akan berimplikasi terhadap hajat hidup masyarakat secara luas,” ungkapnya. Dikatakan Fauzi, pernyataan sikap IKT sangat beralasan mengingat akan banyak sektor yang terdampak dari penghilangan zonasi tambang PT Timah.

Loading...

“Dari aspek karyawan saja, saat ini jumlah karyawan organik sebanyak 4000-an karyawan. Belum termasuk jumlah tanggungan keluarga mereka yang diperkirakan sekitar 19.000-an orang,” jelas Fauzi.

Jumlah tersebut, diakui Fauzi belum termasuk jumlah pensiunan yang masih ditanggung perusahaan sebanyak 13.940 orang dan dengan tanggungan sekitar 27.880 orang. Belum termasuk vendor dan mitra usaha yang berkaitan langsung dengan supporting dan operasional PT Timah yang berjumlah sekitar 14.000 orang dengan total tanggungan mencapai 56.000 orang.

“Jadi kami perkirakan akan lebih dari seratus ribu orang akan terdampak langsung sebagai akibat terganggunya aktivitas PT Timah yang disebabkan hilangnya zona tambang strategisnya, itu pun belum termasuk dampak ikutan ekonomi lainnya seperti Penerimaan Negara Pajak dan bukan pajak (PNBP), royalti, CSR dan sebagainya,” tukasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA