oleh

Hutan Bakau Luluh Lantak!, Dicari ‘Udang’ di Balik Tambak Batu Beriga?

HARUSKAH Azm (44) pasang badan? Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur yang kini ditahan di Jakarta dan jadi tersangka Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu patut diduga bukan ‘pemodal’ melihat besarnya tambak yang dibangun di Desa Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah itu.

———————


Loading...

TERSANGKA Azm ditahan karena dinilai pembangunan tambak tersebut telah merusak kawasan hutan mangrove di kawasan tersebut.

Sementara itu, pembangunan tambak udang itu sendiri dinilai cukup kontroversial. Karena kepada sebuah stasiun TV milik pemerintah, rakyat sekitar merasa dikangkangi karena tidak ada sosialisasi sama sekali. ”Kami minta dihentikan,” ujar warga setempat.

Warga mengaku bertanya-tanya, siapa pemilik dan perusahaannya apa. Yang mereka tahu diduga berasal dari Koba Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. ”Kami minta hutan bakau itu dikembalikan seperti semula,” ujar warga itu lagi.

Hal yang lebih ironis lagi, jarak antara tambak dengan bibir pantai juga tak lebih dari 2 meter. ”Itu jelas melanggar aturan, dan itu juga merusak ekosistem hutan mangrove,” ujarnya kecewa.

Sementara itu, pihak KLHK sendiri melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) tampaknya tidak main-main dalam menindak tegas aktivitas pengrusakan hutan lindung ini. Penyidik Gakkum KLHK yang sudah turun ke lapangan melakukan penyelidikan hingga penyidikan sejak 7 Februari 2020 dan memang menemukan kerusakan hutan terbilang besar untuk wilayah Bangka Belitung. Dimana sudah rusak seluas 3,12 hektar. Tidak itu saja, ternyata kegiatan pencetakan tambak sudah berlangsung dengan menggunakan alat berat yang mana nampak oleh penyidik petak yang terbentuk dengan kedalaman 5-7 meter.

Komentar

BERITA LAINNYA