oleh

Hukum Adat Sindang Mardika (Bagian Tigabelas)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —

BATIN orang Sekak, Ma Sarinah dan Ma Cirbu adalah pemimpin orang Laut pribumi Bangka yang berperang membantu Depati Amir melawan pemerintah kolonial Belanda.

Loading...

—————-

PADA tanggal 3 September 1850, Depati Amir dalam peperangan dibantu para bajak laut (perompak) yang terlihat berulang kali di pantai Utara Jawa, orang Laut (orang Sekak) dari pulau Lepar dan pulau Biliton (Belitung). Perompak Laut (sebutan dalam laporan Belanda), adalah kelompok atau gerombolan orang Sekak atau orang Laut pribumi Bangka yang dipimpin oleh batin Ma Sarinah dan Ma Cirbu, mereka yang menyebabkan pantai Utara Laut Jawa menjadi berbahaya dan tidak aman. Batin Ma Sarinah dan Batin Ma Cirbu membantu Depati Amir atau setidaknya berhubungan langsung dengan Depati Amir.

Perahu-perahu mereka sekarang telah meninggalkan pantai Utara Jawa dan hasil rampasan dibawa pulang, Depati Amir diberitahu menjadi sedikit senang. Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengirimkan Kapal Api Bromo ke arah (pesisir) Timur pulau Bangka ke perairan Selat Gaspar untuk mengamankan perairan Laut dan menumpas batin Ma Sarinah dan batin Ma Cirbu beserta kelompok orang Lautnya.

Persyaratan pengangkatan batin, sesuai ketentuan Pasal Satu, hukum adat Sindang Mardika, bahwa pengangkatan batin harus mendapat persetujuan dari sultan, dimaksudkan untuk menjaga kesetiaan dan kepatuhan para batin terhadap sultan, tumenggung dan depati. Wujud kesetiaan terhadap sultan dan depati misalnya ditunjukkan oleh Batin Tikal ketika melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh Depati Bahrin, mengeksekusi mati residen Belanda. Pada tanggal 14 November 1819, atas perintah Depati Bahrin, residen Belanda Smissaert dibunuh dalam satu penyergapan dipimpin oleh Demang Singayudha dan Juragan Selan di dekat sungai Buku, perbatasan antara Desa Zed dan Desa Puding, ketika itu Residen Smissaert sedang pulang menuju Mentok setelah melakukan inspeksi di Pangkalpinang. Tandu yang membawa residen dihempaskan oleh pemikulnya yang lari ketakutan masuk ke dalam hutan. Pengatur strategi penyergapan adalah Batin Tikal.

Komentar

BERITA LAINNYA