oleh

Hukum Adat Sindang Mardika (Bagian ke Delapan)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —

SEBAGAI salah satu piagam konstitusi, isi prasasti Kotakapur jelas sekali mengatur tentang kehidupan masyarakat dan mengatur beberapa perbuatan yang dilarang karena dapat mencelakakan masyarakat.

Loading...

——————-

SIAPA saja yang melakukan perbuatan yang dilarang akan dihukum oleh datu atau raja Sriwijaya. Secara lengkap pengaturan tentang kehidupan masyarakat dalam prasasti Kotakapur: “Jaya, talu muah ya dngan gotrasantanana, tathapi sowanyaknya yam wuat jahat, makalangit uram makasakit, makagila, mantragada wisaprayoga, upah tuwa tamwal (rusak pula dengan sanak saudaranya, begitu pula sekalian orang, yang perbuatannya jahat, membikin rusak pikiran orang, menyakiti, membikin gila, melakukan mantra guna-guna, mempergunakan bisa (racun) upas, tuba sirih);

Pada baris berikutnya dijelaskan aturan, bahwa setiap perbuatan jahat yang dilakukan seseorang, dosa dan akibatnya akan kembali kepada yang berbuat jahat atau yang menyuruh untuk berbuat jahat: Saramwat, kasihan, wacikarana ityewam udi, jangan muah siddha, pulam ka iya muah yam dosanya wuatnyajahaiman, tathapi niwumuh ya sumpah, tuwimulam ya manyu (setangkai (yang telah dibubuhi guna-guna), pekasih paksaan, perbuatan jahat itu mudah-mudahan pulang kembali kepada yang berdosa berbuat jahat itu lagi pula ia dibunuh oleh sumpah, terutama pula yang menyuruh); Ruh marjjahati, yam marjjahati yam waktu niprahtistha ini tuwi niwitu lagiuwuh ya sumpah talu muah ya mulam saram banya uram drohaka tida bhakti tida tatwarjjawa diya ku dhawawua (berbuat jahat, yang berbuat jahat akan batu yang dipasang ini dibunuh oleh sumpah, rusak pula terutama kehendaknya sekehendaknya.

Orang yang berlaku jahat, tidak tunduk, tidak setia akan daku sangat (busuk) lah perbuatannya); Inya niwunuh ya sumpah ini, grang kadaci iya bhakti tatwarjjawa di yaku dngan di yam nigallarku sanyasa datua, canti muah dngan getrasantanana (dibunuhlah ia oleh sumpah ini. Manakala ia gerangan tunduk, tidak setia akan daku dan akan dia yang kuberi kedudukan menjadi datu, lagi baik perbuatannya dengan sanak saudaranya).

Komentar

BERITA LAINNYA