oleh

Hukum Adat Sindang Mardika (Bagian Enambelas)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —

PENGERJAAN ladang Padi atau Ume, mulai dari kegiatan awal mencari dan membuka hutan atau rimbak, membakar lahan, menanam dan merawat Padi hingga sampai panen (ngetem) Padi, dilakukan oleh masyarakat pribumi Bangka orang Darat dengan cara saling tulong atau besao antar keluarga batih monogami.

Loading...

Besao adalah salah satu bentuk organisasi sosial tradisional saling tolong pada masyarakat Bangka. Untuk mengatasi tantangan lingkungan alam dan hutan rimba yang berat dan sulit, maka pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan mudah diselesaikan bila dikerjakan secara bersama-sama dalam kelompok masyarakat peladang dengan saling tulong atau besao.

Setiap rumah tangga keluarga batih peladang yang giliran ladangnya dikerjakan oleh kelompok besao, memiliki kewajiban untuk menyiapkan makan dan minum serta tempat sholat dan istirahat bagi anggota-anggota keluarga kelompok besaohnya. Begitu selanjutnya secara bergiliran dilakukan sampai jenis pekerjaan yang sama yang disaling tulongkan selesai semuanya dikerjakan dalam lingkungan kelompok besao.

————–

KEWAJIBAN mengerjakan ladang Ume yang dilakukan oleh pribumi Bangka orang Darat (mata gawe), terhadap ladang-ladang milik kepala-kepala rakyat (Pasal Lima hukum adat Sindang Mardika) sebenarnya bukanlah sebagai suatu beban pekerjaan, akan tetapi merupakan bentuk formal dari kelompok kerja saling tolong atau besao, karena ada ketentuan tentang jumlah hari wajib kerja dan denda yang harus dibayarkan bila menolak bekerja.

Komentar

BERITA LAINNYA