oleh

Hebohnya di Pilpres

PEMILU kali ini memang terasa beda, karena memang beda. Pemilu legislatif bareng dengan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden. Akibatnya, lihatlah kehangatan cerita dan dan kisah seperti hanya ada di Pilpres saja.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

Loading...

PADAHAL, kalau mau jujur –berarti akan banyak tak jujurnya–, Para Caleg dalam berbagai tingkatan justru tengah berjuang habis-habisan. Tapi ya sudahlah.

Lihatlah saat ini, serangan negatif kepada kandidat capres/cawapres, apakah itu oleh tim sukses atau simpatisan atau memang orang yang tak menyukai calon tertentu itu sangat luar biasa.

Penulis hanya sekadar mengingatkan. Serangan yang bertubi-tubi akan cenderung tak efektif, malah akan berbalik.

Ini penulis kemukakan, karena kadang merasa miris, serangan yang ada lewat media sosial terutama facebook misalnya, bukan lagi dengan nada sindiran tapi sudah jelas-jelas mengarah ke calon tertentu. Bukan lagi dengan bahasa isyarat penuh makna, tapi langsung menghujam menusuk jantung.

”Kalau menikam jangan sampai ke jantung, karena kalau mati akan banyak orang datang melayat…”

Terlepas bagaimana ini dilihat dari kacamata hukum, namun secara politik pola-pola seperti ini justru kadang bisa menjadi blunder bagi si penyerang. Maksudnya, keinginan menyerang untuk menjatuhkan, tapi malah justru menimbulkan simpati terhadap siapa yang diserang.

Komentar

BERITA LAINNYA