oleh

Harapan Baru Industri Perikanan Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

“BANGKA BELITUNG (Babel) sebagai provinsi kepulauan seharusnya memberikan prioritas utama industri perikanan. Apalagi apa penelitian para oseanologi mengatakan bahwa ikan-ikan laut bertelur di daerah lain atau negara lain, setelah besar ikan-ikan itu akan mengarungi lautan Babel. Babel secara teori banjir ikan laut. Dan tak pernah habis sampai kapan pun. Tetapi potensi ikan laut belum dikelola maksimal secara profesional. Para nelayan pun hanya mengandalkan peralatan tangkap tradisional. Peralatan tangkap tradisional yang belum pernah berubah sejak kerajaan Majapahit dulu. Kini saatnya sekarang berubah.”

Loading...

————————

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV di Bangka pada hari Minggu 24 November 2019. Nelayan Babel berharap hak-hak nelayan dibahas tuntas dalam Musda kali ini. Tidak sekedar acara seremonial. Banyak hal yang menyangkut dunia nelayan belum dituntaskan oleh HNSI. Ketika Babel ingin mengeksploitasi ikan laut, saatnya HNSI ikut menjadi mitra strategis dalam membicarakan apa dan bagaimana yang harus dilakukan dan dibuat di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Dr Nimmi Zulbainarni Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara ketika menyampaikan materi dalam lokakarya Potensi Ekonomi di Babel menyorot habis potensi ikan laut ini. Menurutnya, luas laut Indonesia saat ini 5,8 juta km2, atau laut merupakan 75% luas wilayah NKRI. Potensi sumberdaya perikanan tangkap laut Indonesia saat ini telah mencapai 12,54 juta ton per tahun. Sedangkan perikanan budidaya payau mencapai 2,96 juta ton. Potensi budidaya laut saat ini mencapai luas 12,55 juta hektar.

Saat ini, nilai ekonomi sektor kelautan Indonesia mencapai USD 1.333 milyar per tahun. Potensi itu meliputi perikanan tangkap USD 15 miliar. Perikanan budidaya USD 210 miliar. Sedangkan industri pengolahan hasil perikanan baru USD 100 miliar. Industri bioteknologi kelautan USD 180 miliar. ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) capai USD 210 miliar. Pariwisata bahari USD 60 miliar. Transportasi laut USD 30 miliar. Industri dan jasa maritim USD 200 miliar. Coastal Forestry capai USD 8 miliar. Sumber daya wilayah pulau kecil USD 120 miliar dan sumber daya non konvensional capai USD 200 miliar.

Komentar

BERITA LAINNYA