oleh

Generasi “Mencadin”

Oleh : AHMADI SOFYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya —

PERUBAHAN zaman begitu cepat, tapi tidak diiringi oleh perubahan diri dalam sosial dan kemampuan intelektual serta teknologi, maka ia akan menjadi generasi “Mencadin”.

Loading...

——————-

BEBERAPA tahun lalu, saat nemenin vokalis band dunia asal Amerika Serikat “White Lion”, Mike Tramp, keliling Bangka, ditengah-tengah obrolan ia bertanya langsung kepada saya “What is Mencadin?”. Menyesal juga dalam obrolan tadi saya menyebut kalimat mencadin sehingga ia harus bertanya soal kalimat tersebut. Saya pun gelagapan untuk menjelaskannya karena walau meraih titel sarjana bahasa Inggris, tapi wallahi, bahasa Inggris saya sangat belepotan bahkan dibawah standar siswa SMP. Tapi saya nggak kehilangan akal, saya jelaskan kepada isterinya yang juga artis nasional, Ayu Azhari, dengan menggunakan bahasa Indonesia dan selanjutnya baru diterjemahkan ke bahasa Inggris kepada sang suami tercinta, Mike Tramp.

Mencadin adalah nama hantu yang sangat terkenal di masyarakat kampung di Pulau Bangka. Konon, mencadin berasal dari manusia yang mati, namun roh dan jasad-nya bangkit kembali karena tidak diterima oleh bumi akibat perilakunya selama hidup di dunia.

***

MINGGU lalu, di sebuah warung kopi ditengah Kota Pangkalpinang, saya diskusi dengan kawan-kawan generasi kelahiran 80-an. Kepada mereka saya sampaikan, bahwa generasi kelahiran tahun 80 sampai 85 jangan sampai menjadi “generasi mencadin”. Kawan-kawan begitu serius mendengar pernyataan saya itu. Tapi ada juga yang ketawa karena dianggap pernyataan nyeleneh dan tidak mendasar alias asbun (asal bunyi).

Komentar

BERITA LAINNYA