oleh

Gelik Ati

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial

JIKA seorang Kepala Daerah sibuk beraktivitas ria melakukan pekerjaan sekelas Kepala Dinas, lantas “tim hore-nya” memuji-muji dan menganggap hebat, disitu kadang saya “gelik ati”.


Loading...

—————-

MENJADI seorang Kepala Daerah seperti Bupati, Walikota maupun Gubernur, itu artinya sudah harus siap mendapatkan kritikan, saran, pendapat dan juga sewaktu-waktu bisa mendapat apresiasi dari masyarakat atau juga Pemerintah Pusat. Seorang pengkritik dibutuhkan oleh para Kepala Daerah (pemimpin daerah) agar kebijakan yang dibuat serta apa yang dilakukan bisa terpantau dan pengawasan sosial berjalan. Namun seorang pengkritik juga haruslah bijak dalam memberikan kritikan, dengan tidak melakukan kritikan karena kepentingan apalagi kebencian pribadi.

Warga yang mengkritik pemimpinnya seperti Walikota, Bupati bahkan Gubernur adalah hal yang wajar. Toh Kepala Daerah itu dibiayai dan difasilitasi dari duit rakyat agar mereka bekerja dengan baik dan benar. Namun ternyata di era digital ini, tak sedikit Kepala Daerah yang sangat anti pada kritik. Pengkritik dianggap membenci, diintimidasi oleh orang suruhan, dihantam buzzer di medsos dan yang lebih parah dilaporkan kepada pihak berwajib. Inilah yang terjadi bahwa ternyata banyak Kepala Daerah yang hanya mapan modal tapi belum mapan mental.

Era Digital seperti sekarang ini, jika seorang pemimpin aktif dalam media sosial, maka seharusnya ia sudah harus mapan dalam mental. Karena semua orang bisa mengkritisi, memberikan saran, melaporkan dan juga kadangkala menghujat (sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan pemahaman mereka). Pun sang Kepala Daerah juga sepertinya berbagai aktivitas “dipamerkan” di media sosial sampai menjadi selebgram. Dari mulai kegiatan keluarga, dinas, hingga hal-hal yang tak berkaitan dengan kepemimpinannya sebagai seorang Kepala Daerah. Hal ini adalah wajar di era digital, toh Kepala Daerah juga adalah manusia dan harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa masuk ke semua kalangan.

Komentar

BERITA LAINNYA