oleh

Gara-gara Defisit Lagi, Komisi II Pangkas Anggaran Sertifikat Halal

*Semula Rp 2,8 M Menjadi Rp1,75 M
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memangkas anggaran untuk sertifikat halal pelaku usaha rumah makan dari semula Rp2,8 miliar menjadi Rp1,75 miliar. Pemangkasan anggaran ini dilakukan berdasarkan pertimbangan keuangan daerah yang sedang terpuruk karena defisit cukup besar mencapai Rp180 miliar.

Ketua Komisi II DPRD Babel, Aksan Visyawan mengatakan, pemangkasan hampir terjadi di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bermitra dengan komisi II. Salah satunya di Disperindag yang menaungi program sertifikat halal rumah makan juga tak luput dari pemangkasan.

loading...

“Untuk sertifikasi halal, dari 400 sertifikat dikurangi menjadi 250 sertifikat karena alasan defisit. Anggarannya Rp7 juta per sertifikat, sehingga kalau 400 sertifikat anggarannya Rp2,8 miliar, sehingga kalau dikecilkan menjadi 250 sertifikat anggarannya berkurang jadi Rp1,75 miliar,” terang Aksan kepada Babelpos.

Mengenai pemberian sertifikat halal, lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, harus melalui proses yang selektif agar tepat sasaran. Dia tidak ingin pemberian sertifikat hanya kepada pengusaha besar saja.

“Harus diseleksi dengan benar dalam proses pemberian sertifikasi halal ini. Jangan sampai yang dapat malah pengusaha yang sudah kuat dan jaringannya besar seperti hotel. Kami dari komisi II minta lebih selektif lagi,” tegasnya.

Aksan kembali menegaskan bahwa program sertifikat halal ini tidak sepenuhnya dicoret dan hanya dikurangi. Pemberian sertifikat halal sangat penting guna menjamin kehalalan makanan di rumah makan yang berskala kecil.

“Tidak kita coret karena sebetulnya sertifikat ini sangat penting untuk menjamin konsumen untuk mendapatkan makanan yang halal di setiap rumah makan,” tutupnya. (Fiz)

Komentar

BERITA LAINNYA