Favorit desi baru saja memecahkan 50 Hidangan Nasi Terbaik tahun 2025

Dawud

Favorit desi baru saja memecahkan 50 Hidangan Nasi Terbaik tahun 2025

Biryani bukan sekadar hidangan yang aromanya membuatnya tak tertahankan. Ini adalah sebuah emosi di India, sebuah kebahagiaan bagi banyak orang. Di benua yang beragam ini, tidak hanya ada satu jenis biryani yang memikat hati. Daerah yang berbeda memiliki makanan khasnya masing-masing seperti Kolkata Biryani, Hyderabadi Biryani, Lucknawi Biryani dan banyak lagi. Dan salah satu hidangan lezat ini kini telah mendapat tempat di 50 Hidangan Nasi Terbaik 2025 seperti yang dicantumkan oleh panduan makanan TasteAtlas.

Gulungan drum

Biryani Hyderabadi lah yang menang, dan telah menduduki peringkat ke-10 hidangan nasi terbaik di dunia. Daftar ini mendasarkan peringkatnya pada gabungan suara penonton dan masukan para ahli, yang pada akhirnya mengungkapkan makanan apa yang benar-benar disukai orang.

Dalam daftar tersebut, Jepang jelas mendominasi sepuluh besar — ​​dengan Negitorodon (pertama), Sushi (2), Kaisendon (3), Otoro Nigiri (4), dan selanjutnya, Chutoro Nigiri (7), Nigiri (8), dan Maki (9) — menampilkan warisan makanan laut negara yang kaya rasa. Yang memecahkan rekor Jepang adalah Arroz Tapado dari Peru (peringkat ke-5) dan Wali wa Kukaanga dari Kenya (peringkat ke-6), menambahkan cita rasa yang kaya dan menenangkan dari seluruh dunia.

Lalu, apa yang membuat biryani ini istimewa?

Ini bukan sekedar hidangan, tapi kuliner jenius yang dilapisi dengan aroma, sejarah, dan cita rasa India Selatan yang khas. Nasi basmati berbiji panjang, potongan daging empuk — ayam atau kambing — bawang bombay karamel, dan simfoni rempah-rempah yang dimasak perlahan hingga sempurna menjadikannya ikon.

Rahasia biryani Hyderabadi yang enak terletak pada teknik penyegelan lambat yang disebut bodoh. Meskipun tidak ada jaminan pasti asal muasalnya, teknik ini sering diyakini berasal dari Persia selama era Mughal. Selama proses memasak ini, bahan-bahan biryani dimasukkan ke dalam panci berlapis-lapis, ditutup rapat, seringkali dengan adonan yang memberikan tampilan artisanal, dan kemudian dimasak dengan api kecil.

Hal ini memungkinkan setiap bumbu dan bahan di dalam panci menyatu menjadi hidangan yang beraroma dan beraroma.

Ada dua gaya utama pembuatannya — kacchi (mentah) dan pakki (matang). Perbedaannya terletak pada cara pembuatan dagingnya. Di kacchi versinya, daging mentah yang diasinkan dilapisi dengan nasi, sedangkan di dalam pakki Versinya, dagingnya dimasak terlebih dahulu lalu dilapis nasi sebelum habis dengan api kecil.

Saat mereka memasak, cita rasa mereka menyatu satu sama lain, menciptakan kedalaman dan kekayaan yang terkenal di kota ini. Saat ini, makanan ini tetap menjadi jantung budaya kuliner kota ini, hidangan yang mencerminkan warisan kerajaan dalam setiap sesendok harumnya.

‘Kota Nizam’ menawarkan pemandangan kuliner lezat yang sulit untuk dilewatkan, dan rasanya sayang jika pergi tanpa menyantap biryani ala Hyderabadi.

– Berakhir