oleh

Ekonomi Babel, Stabil Tapi Gelisah (1)

Penurunan angka-angka ekonomi di atas, terbantu pada sektor industri pengolahan. Tahun lalu sektor ini mencatat Rp 15 triliun. Setara dengan 20,64% PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Sektor ini tercatat, 52% nilai tambah ini diperoleh dari pengolahan yang berasal dari smelter timah. Kemudian industri minyak kelapa sawit (crude palm oil-CPO) yang memberikan kontribusi nilai tambah 35% di Babel.

Industri kecil juga ikut memberikan nilai tambah ini. Tahun 2018, tercatat ada 17 ribuan. Meningkat tajam dibandingkan sebelumnya. Lebih dari setengahnya menghasilkan komoditas pangan. Sedangkan jumlah usaha industri besar dan sedang tahun lalu hanya ada 88 perusahaan yang menyerap 8.323 tenaga kerja. Jika sektor digenjot akan memberikan nilai besar bagi pertumbuhan ekonomi Babel. Upaya itu bisa saja menjadi hilirisasi industri timah di Babel atau hilirisasi industri pertanian dan perkebunan. Sebuah alternatif yang potensial, jika kelak timah bukan lagi produk unggulan ekspor Babel. Selamat ulang tahun Bumi Serumpun Sebalai.***

Komentar

BERITA LAINNYA