oleh

Ekonomi Babel, Stabil Tapi Gelisah (1)

Kendati begitu, orang miskin di Babel berkurang. Tahun 2018, persentase penduduk miskin mencapai 4,77% atau 70 ribu orang dengan garis kemiskinan tertinggi secara nasional sebesar Rp 664.120, turun 0,53 dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 5,30%. Orang di Babel umumnya tinggal di desa 7,16% dan diperkotaan 2,78%. Penduduk miskin ini hanya memperoleh pendapatan Rp 656.148,- per bulan bagi yang hidup di perkotaan dan Rp 672.104 per kapita per bulan bagi yang hidup di pedesaan.

Jika mengacu angka pendapatan per kapita di Babel. Maka sebenarnya tidak ada orang miskin di Babel, jika mengacu data apa yang disampaikan Gubernur Babel itu. Sebab, angka rata-rata garis kemiskinan pada Maret 2018 adalah Rp401.220 per kapita per bulan. BPS menjelaskan kemiskinan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, yang diukur dari pengeluaran. Artinya, orang yang pengeluarannya di bawah angka rata-rata garis kemiskinan termasuk warga miskin.

Loading...

Data BPS menunjukkan bahwa angka ini lebih tinggi dibanding pada 2017, yang pada semester pertama (Maret) berjumlah Rp361.496 dan Rp 370.910 pada semester kedua 2017. Pada Maret 2017, provinsi dengan rata-rata garis kemiskinan tertinggi adalah Bangka Belitung dengan Rp602.942 dan yang terendah adalah Sulawesi Selatan dengan Rp274.434. Angka ini menimbulkan kontroversi di media sosial. Beberapa warganet protes karena pengeluaran Rp500.000 tidak dianggap miskin.

Tetapi mungkin saja biaya hidup di Babel tinggi. Karena semua kebutuhan hidup di Babel mahal. Beras impor, sayur-sayuran impor, gula impor, semua keperluan bahan pokok makanan impor, kecuali ikan. Sehingga orang Babel hidup bagaikan hidup di planet lain. Serba mahal. Serba impor. Padahal sebenarnya, orang Babel bisa menanam padi sayuran sendiri. Sayuran katuk (cangkok manis) bisa ditanam di halaman rumah. Bahkan tanam kebutuhan hidup lainnya bisa ditanam. Kelapa, kunyit, cabe, kembiri, dan sebagainya. Tak ada yang harus dibeli kecuali listrik yang kadangkala padam kadangkala hidup. Padam mati tak beraturan. Kebun mandiri keluarga ini perlu kampanye ibu-ibu PKK. DI zaman Orde Baru disebut crash program (program kilat). Agar kebutuhan hidup sehari-hari rumah tangga tidak murni tergantung pada pangan impor. Program khusus ini perlu disusun dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya di Babel dalam waktu dekat.

Komentar

BERITA LAINNYA