oleh

Ekonomi Babel, Stabil Tapi Gelisah (1)

Sedangkan dunia perikanan, Babel memiliki potensi amat besar. Tetapi belum tergarap secara signifikan. Sehingga sensitivitas dunia perikanan tidak terlalu menyentak ekonomi. Kendati begitu, jika harga ikan tinggi nelayan makmur, tetapi masyarakat Babel sendiri sebagai konsumen utama ikan juga ikut berteriak. Ikan mahal jadi problem masyarakat Babel. Siapapun dia. Karena ikan adalah lauk utama masyarakat. Dikatakan tidak punya lauk kalau belum ada ikan di meja makan. Walau di meja akan ada sayur sawi dan goreng tahu. Ikan menjadi lauk wajib bagi masyarakat Babel. Jadi ikan naik harganya jadi problem masyarakat. Harga rendah jadi problem bagi nelayan. Sebuah situasi yang membutuhkan kecerdasan tersendiri agar membuat dapat membuat harga ikan ideal.

Catatan Gubernur Babel
Wajah Gubernur Babel tampak riang pagi itu. Karena triwulan ketiga 2019, ekonomi negeri Serumpun Sebalai mulai membaik. Kendati belum sehat betul. Triwulan akhir tahun lalu, ekonomi menyentuh level terendah. Setelah mencatatkan sebagai provinsi paling tinggi pertumbuhan ekonominya se Sumatera pada Triwulan III tahun lalu, ekonomi Babel terus merosot menjadi yang terendah pada Triwulan I 2019 lalu. Ekonomi Babel sempat tumbuh 7,08% triwulan III 2018, lalu terjerembab ke 3,7% triwulan berikutnya. Bahkan Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi terburuk di Babel pada Triwulan 1 tahun 2019 menjadi hanya 2,78%. Itu sebenarnya sudah menjadi lampu merah bagi ekonomi Babel. Karena jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.


Loading...

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Babel merilis kepada pers tentang situasi saat itu, bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Triwulan II 2019 mengindikasikan geliat ekonomi yang semakin membaik dengan pertumbuhan sebesar 3,49 persen (yoy), setelah pada Triwulan sebelumnya hanya tumbuh sebesar 2,80 persen (yoy).

Komentar

BERITA LAINNYA