oleh

Ekonomi Babel Mulai Menggeliat Walau Rentan

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

“HARI ini Kamis 05 September 2019 penulis diundang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk memberi materi dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Analisa Isu Terkini. Tema diskusi “Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Industri Pariwisata, Pertambangan, dan Energi di Babel”. Tulisan ini menjadi pengantar diskusi itu untuk menuju Babel esok yang lebih baik”

Loading...

————————

PONDASI ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sangat rentan terhadap isu dunia pertimahan. Kendati timah menjadi komoditas utama dan penting bagi dunia, tetapi Babel tak dapat memegang kendali atas harga timah. Padahal Babel adalah penghasil timah putih dunia nomor satu setelah Tiongkok mulai membatasi ekspornya. Sementara komoditas lada belum mampu menggantikan peran timah yang masih menguasai sekitar 40% pertumbuhan ekonomi Babel.

Setelah mencatatkan sebagai provinsi paling tinggi pertumbuhan ekonominya se Sumatera pada Triwulan III tahun lalu, ekonomi Babel terus merosot menjadi yang terendah pada Triwulan I 2019 lalu. Ekonomi Babel sempat tumbuh 7,08% triwulan III 2018, lalu terjerembab ke 3,7% triwulan berikutnya. Bahkan Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi terburuk di Babel pada Triwulan 1 tahun 2019 menjadi hanya 2,78%. Itu sebenarnya sudah menjadi lampu merah bagi ekonomi Babel. Karena jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Babel merilis kepada pers baru-baru ini, bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Triwulan II 2019 mengindikasikan geliat ekonomi yang semakin membaik dengan pertumbuhan sebesar 3,49 persen (yoy), setelah pada Triwulan sebelumnya hanya tumbuh sebesar 2,80 persen (yoy).

Komentar

BERITA LAINNYA