oleh

Dukungan Berbagai Elemen Masyarakat Terhadap Pembangunan Kawasan Heritage Belinyu

Nostalgia Belinyu Zaman Dulu

Fahziyandi
(Tokoh Pemuda Belinyu)

Loading...

“Hadirnya kawasan Heritage akan menjadi nostalgia Belinyu tahun 1980-1990-an. Dulunya,
kawasan dari rumah ka unit sampai rumah sakit itu ramai sekali dan banyak sejarah di sana.
Ini akan mengembalikan memori masa kecil di Belinyu dan orang akan melihat Belinyu masa
lalu. Tidak hanya untuk belajar bagi generasi muda, tapi juga merasakan masa itu. Jangan
rubah konstruksinya, karena histrorinya ada di situ. Ini juga akan mengingatkan bagaimana
PT Timah begitu melekat dengan kehidupan masyarakat Belinyu.”

——————————————

Sudah Lama Menanti

Achmad Ichwanda
(Tokoh Masyarakat Belinyu)

“Sejarah hal yang sangat penting dan Belinyu banyak menyimpan sejarah. Kami sudah lama
menantikan dan punya cita-cita, Belinyu menjadi seperti kota tua yang selalu dikunjungi
orang karena sejarahnya, sejarah timah dan kebudayaan masyarakat Belinyu. Orang sudah
terbiasa dengan wisata pantai. Ini akan menjadi wisata baru yang akan menggerakkan ekonomi
masyarakat kami. Di kawasan Heritage ini, kami ingin semua sejarah Belinyu akan ada di
sana. Belinyu punya Mantung yang pernah menjadi PLTU terbesar di Asia Tenggara. Kami telah
lama menanti museum dan kawasan heritage, malah pernah mengusulkan kapal keruk diangkat ke
darat dan menjadi museum, karena kita tidak tahu 50 tahun lagi kapal keruk masih ada atau
tidak. Museum ini harus diisi dengan kearifan lokal, misalnya pakaian demang, kisah tentang
distrik Belinyu, hikayat.”

——————————————-

Kawasan Heritage Edukasi ala Milenial

Kendedi
(Presiden Mahasiwa Sitisipol Pahlawan 12)

“Apresiasi luar biasa untuk PT Timah yang memanfaatkan asetnya di Belinyu untuk dijadikan
destinasi baru di Belinyu, tidak hanya rekreasi tapi juga edukasi. Milenial seperti kami
berharap kawasan ini, meskipun Heritage, bisa dijadikan tempat ngopi, diskusi, nongkrong,
tempat wisata yang bisa kami upload di media sosial agar orang tau ada kawasan heritage di
Belinyu dan mereka datang ke sini. Banyak generasi kami tidak tahu sejarah dan tidak mau
mencari, tapi dengan ada kawasan heritage yang memberikan informasi sejarah, secara tidak
langsung akan memberi tahu. Kawasan Heritage yang instagramable akan meningkatkan kunjungan
wisatawan, karena milineal senang mengunjungi baru.”

——————————————

Jadi Ikon Belinyu

Syarli Nopriansyah
(Camat Belinyu)

“Kami sangat mendukung, saat ini di Kecamatan Belinyu, banyak aset PT Timah yang
terbengkalai dan ketika akan dibangun untuk heritage ini, akan menjadi ikon baru bagi
Belinyu. Masyarakat Belinyu sudah lama berharap adanya ikon khsusus wisata Belinyu yang
berbasis kearifan lokal dan potensi daerah. Belinyu punya banyak potensi kuliner. Selama
ini, orang tahu otak-otak Belinyu tapi tidak semua datang ke sini. Memang sudah ada travel
agent datang membawa wisatawan ke sini tapi belum banyak. Dengan kawasan Heritage yang ada
museum ini, menjadi ikon wisata baru yang akan membuat orang datang ke sini, makan otak-
otak dan kerupuk Belinyu langsung di tempatnya.”

——————————————

Masyarakat Belinyu Siap Bantu

Efendi Ahmad
(Masyarakat Belinyu)

“Ini sudah lama yang kami nantikan dan kami sangat mendukung adanya kawasan Heritage dan
Museum. Nanti kita akan sosialisasikan langsung ke masyarakat kita kalau memang ada yang
menyimpan barang bersejarah untuk disumbangkan di Museum. Tidak hanya barang tapi cerita
baru, kami siap membantu untuk membangun kawasan Heritage. Ini penting untuk menjaga
senarah kita. Belinyu ini jangan sampai mundur lagi, dulu kita punya PLTU yang besar tapi
sekarang tidak lagi. Kami siap membantu untuk terwujudnya ini.”

—————————————–

Membangun Rekayasa Sosial dan Kultural

Prof Bambang Poerwanto
(Departeman Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada)

“Belinyu memiliki aset yang potensial, tinggal bagaimana memaknai dan mengelola ini. PT
Timah sudah memulai sejak lama, tinggal bagaimana ini masyarakat dan pemerintah daerah
mengambil peran untuk mengelola ini. Belinyu sangat memungkinkan untuk menjadi destinasi
wisata sejarah, tinggal bagaimana membentuk rekayasa sosial dan rekayasa kulrural untuk
orang datang ke sini. Diaspora yang perlu dibawa pulang ke sini untuk mereka datang dan
melihat ini. Saya melihat masyarakat sudah sadar untuk mengembangkan ini, tapi memang perlu
rekayasa sosial dan rekayasa kultural membentuk mitos. Dari adanya kawasan Heritage dan
Museum ini akan menjadi trigger untuk ekonomi masyarakat. Perlu dibangun persfektif ketika
orang ke Pulau Bangka kalau belum ke Belinyu itu masih ada rasa yang kurang. Ini harus
dilakukan dengan kearifan lokal, bukan menduplikasi dari yang lain.”

Komentar

BERITA LAINNYA