oleh

Dukung UKW dan Pergub

“Pers tanpa aturan liar, aturan tanpa pers, hambar…”

—————–

Loading...

SAMA dengan dunia politik. Hanya persoalannya, politik sudah diatur dan mau diatur dan sudah memenuhi aturan. Mendirikan partai politik, misalnya, harus dengan syarat tertentu. Dan para pemain politik mengikuti aturan itu. Tidak ada yang ngotot. Kalaupun ngotot lewat saluran yang ada misalnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagaimana dengan pers?
Hingga saat ini masih terkesan semaunya. Akibatnya, media dengan hanya modal satu laptop jadilah sebuah media online. Bahkan bukan tidak mungkin ada satu orang punya 3 media online dari satu laptop atau satu komputer. Wartawannya dari mana? Bisa siapa saja. Urusan bisa menulis atau tidak itu urusan kesekian, pendidikan tidak penting, yang penting mengerti baca tulis.

Begitu gampangkah jadi wartawan?
Iya! Wajar akhirnya kalau wartawan dianggap gampangan. Akibatnya, yang profesional dan yang abal-abal jadi sulit dibedakan. Yang berpendidikan dan yang hanya modal mental, jadi tampil sama. Bahkan di depan ratusan wartawan dalam acara buka puasa bersama dengan Gubernur Erzaldi, penulis katakan, Kalau sudah mau lebaran, akan banyak muncul ‘warsiman’, yaitu ‘wartawan musiman’. Maklum….

Saat itu, Gubernur bertanya, ada berapa banyak media di Babel termasuk Online? Dijawab, ada 66 media. Gubernur kaget, tapi penulis katakan, bukan tidak mungkin saat acara itu berlangsung sudah lahir lagi media online. Sekali lagi, cukup modal laptop atau komputer. Jangan-jangan sekarang sudah ratusan…

Komentar

BERITA LAINNYA