oleh

Dugaan Tipikor Solar Cell, Kesaksian Mantan Rektor Dibacakan

*PH Laurent Minta Mantan Rektor Turut Bertanggungjawab
Babelpos.co /PANGKALPINANG – Persidangan perkara korupsi Proyek Solar Cell Sistem milik Universitas Bangka Belitung memasuki babak baru. Pasalnya mantan Rektor Bustami Rahman dalam kesaksian melalui berita acara pemeriksaan (BAP) menuduhkan korupsi yang terjadi sampai Rp 8.162.122.296, itu karena terdakwa Dedih Sapjah. Bustami sendiri tak hadir di persidangan Pengadilan Tipikor Pangkalpinang kemarin sore. Jaksa penuntut dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung hanya melakukan pembacaan BAP saja.

Menurut jaksa penuntut Noviansyah BAP dari Bustami Rahman terpaksa dibacakan karena sudah 3 kali dipanggil mantan orang nomor 1 UBB itu tak hadir. Oleh majelis yang diketuai Setyanto Hermawan memerintahkan jaksa penuntut membaca. “Atas kesepakatan di persidangan akhirnya dibaca saja. Kita baca hasil penyidikanya (BAP),” kata Noviansyah.


Loading...

Noviansyah katakan intinya Bustami mengakui sampai adanya korupsi tersebut. Tetapi Bustami membantah kalau terjadinya korupsi tersebut ada peran darinya selaku  Rektor saat itu. “Semua kesalahan itu diarahkan pada terdakwa Dedih Sapjah saja. Dedih Sapjah yang membuat HPS dan RAB, semuanya peran penuh Dedih Sapjah,” sebut Noviansyah menirukan pengakuan Bustami di BAP.

Terkait tudingan Bustami pada Dedih Sapjah itu menurut Noviansyah semakin memperkuat tuntutan jaksa untuk menghukum terdakwa Dedih Sapjah dan Franchisca Anggela dalam perkara ini.  Kesaksian tersebut juga diakuinya senada dengan pengakuan banyak  saksi lainya yang sudah memberikan keterangan serupa di muka persidangan. “Tuduhan atas peran Dedih Sapjah sebagai pelaku utama dalam korupsi ini bukan saja dari saksi Bustami. Tetapi kesaksian saksi Bustami ini semakin melengkapi kesaksian yang lainya,” sebutnya.

Komentar

BERITA LAINNYA