oleh

Dua Sisi Mata Uang, Pangkal-Pingkon

Pengertian masyarakat dalam konteks ini kalau kita kaji dari aksara pada mata uang (aksara Cina dan Arab Melayu) adalah masyarakat yang multi etnis yang berbeda dan bersatu dalam satu wilayah geografis ibarat satu coin atau token picis atau pitis dengan dua sisi mata uang.

Pangkalpinang didirikan sejak Tahun 1757, masa Susuhunan Sultan Ahmad Najamuddin I Adikusumo (masa pemerintahan 1757-1776 M). Pada masa Sultan Kesultanan Palembang Darussalam, Muhammad Bahauddin (Tahun 1776-1803 Masehi) mulailah diangkat jabatan-jabatan kepala pada orang Cina dengan pangkat kapitan, kemudian mulai dibentuknya kongsi-kongsi penambangan Timah serta diizinkannya masing-masing kongsi penambangan Timah menggunakan pitis Timah sebagai alat pembayaran yang berlaku dalam satu distrik.

Loading...

Kepala Kongsi dipanggil Taiko (PY:dage) yaitu saudara tua, nampaknya di bawah pengaruh Belanda abad 19, nama ini diubah menjadi Kapthai atau Kapitan (Heidhues, 2008:39). Picis Timah yang dibuat oleh kongsi dan berlaku pada satu distrik dapat ditukarkan di masing-masing kongsi dengan uang Tembaga dan uang Perak yang berlaku umum di semua distrik.

Pada koleksi Museum Timah Indonesia Pangkalpinang terdapat beberapa jenis uang picis kongsi yaitu: Token kongsi sungai An dan (Antan) Jebus, token kongsi Ma nao, Belo, token kongsi Tan pie, Tempilang, token kongsi Bing lang/Pin long, Pangkalpinang.

Komentar

BERITA LAINNYA