oleh

DPRD “Terdesak” Jeritan Nelayan, RZWP3K Kemungkinan Berubah?

Oleh karena itu, ia mengajak para massa nelayan untuk tidak berdebat ria di forum ini namun dapat menyampaikan secara tertulis apa saja yang menjadi keberatan pada penempatan ruang RZWP3K. “Sampaikan secara tertulis. Ini bukan janji, tapi ini mekanismenya,” sebutnya.

Sebelumnya, aksi massa nelayan sempat tertahan di luar halaman kantor DPRD Babel. Namun diperbolehkan masuk dan duduk di ruang paripurna setelah selesai agenda paripurna pengesahan tiga raperda inisiatif Pemprov Babel.


Loading...

Dialog pun berlangsung, ratusan nelayan didampingi mahasiswa duduk berhadapan dengan anggota dewan dan Wagub Babel. Silih berganti para nelayan ini berkeluh kesah dengan draf sementara RZWP3K yang dihasilkan oleh Pansus dan Pokja Pemprov Babel yang dianggap tak berpihak kepada masyarakat nelayan dan pesisir. Dimana zona tangkap ikan mereka ditempatkan menjadi zona pertambangan. Seperti halnya di kawasan Matras hingga Pesaren.

Oleh karena itu, para nelayan memohon kepada DPRD Babel dan juga pihak Pemprov Babel dapat mengakomodir aspirasi ini mengingatkan hasil tangkap ikan merupakan penghidupan para nelayan beserta keluarga.

“Yang saya pikirkan masa depan anak-anak saya pak! jadi tolong pak, mohon akomodir keinginan kami. Jangan jadikan wilayah nelayan jadi zona tambang. Bila perlu kami ingin Babel zero tambang pak,” kata Juliadi, selaku perwakilan nelayan Matras.

Komentar

BERITA LAINNYA