oleh

DPRD Sebut Bupati Markus Balas Dendam

MUNTOK – Anggota DPRD Bangka Barat Adi Sucipto Atmo mengaku heran dengan gaya kepemimpinan Bupati Markus yang terus melakukan mutasi ASN. Bahkan terakhir Markus memberhentikan H Yunan Helmi Selasa (24/9/2019) sebagai Sekda.

Cipto yang juga merupakan tim sukses pasangan Parhan-Markus menilai langkah mutasi ASN oleh Markus merupakan bersih-bersih orang mantan Bupati almarhun Parhan Ali atau balas dendam. “Baru dilantik 6 bulan jadi Bupati menggantikan Pak Parhan karena meninggal, tapi Markus sudah melantik ASN hampir 6 kali, apa tidak ada pekerjaan lain,” cetus politisi PAN, Rabu (25/9/2019) kemarin.

Loading...

Menurut Cipto, masa jabatan Markus yang hanya tinggal 1,5 tahun sejak dilantik menjadi Bupati harus mengejar tercapai visi-misinya. Dengan terus melakukan mutasi Markus dinilai tidak mengerti tata kelola pemerintahan. Mutasi yang dilakukan dari Kasubag sampai ke Sekda bisa menghambat penyerapan anggaran karena dilakukan pertengahan anggaran serta dalam pembahasan APBD 2020.

Politisi asal Muntok ini juga menilai sejak Markus menjabat Bupati tidak ada gebrakan dan kemajuan. Markus sibuk mengurus mutasi sehingga ASN menjadi tidak tenang dalam bekerja karena tiba-tiba dimutasi sehingga ASN perlu penyesuaian di tempat baru. “Cemane Babar nak maju dan bisa bersaing dengan daerah lain, sementara Bupati dak selesai-selesai ngurus dendam pribadi,” tulis Adi Sucipto melalui WA.

Komentar

BERITA LAINNYA