oleh

DPRD Pertanyakan Soal Perekrutan Honorer

*Magrizan: APBD Terkuras Rp77 Miliar/Tahun
*Harus Ada Evaluasi

SUNGAILIAT – Anggota DPRD Bangka, Magrizan, masih mempertanyakan alasan rekrutmen honorer oleh Pemkab Bangka honorer yang dinilai tidak terbuka. Apalagi alasan yang diungkapkan perekrutan honorer adalah untuk mengantisipasi ASN yang pensiun sebanyak 158 orang serta mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Loading...

“Menurut pemikiran saya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan bukanlah dengan cara menerima honorer secara besar-besaran yang akhirnya sangat membebani APBD. Apalagi APBD Bangka saat ini dalam kondisi tidak sehat,” kata Magrizan kepada wartawan, Kamis (5/12).

Ia menilai, pemda sebenarnya dapat memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada masyarakat dan UMKM, bantuan modal usaha sehingga timbul enterprenur baru untuk berusaha meningkatkan investasi yang bisa menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat Bangka.

Dikatakan oleh Magrizan, jika memang benar kebijakan rekrutmen honorer itu akan membantu masyarakat miskin serta menurunkan angka pengangguran, pertanyaannya dari Magrizan mengapa proses rekrutmen honorer tidak dilakukan secara transparan melainkan secara tertutup?

Komentar

BERITA LAINNYA