oleh

Dosen FH UBB Diundang Ke Istana Negara Bahas Kabinet Efektif

PILPRES telah usai dan Jokowi sudah ditetapkan KPU RI sebagai Presiden terpilih hasil Pemilu. Presiden dan wakil presiden setelah dilantik akan membentuk kabinet untuk membantunya selama lima tahun ke depan. Pemilihan menteri memang menjadi hak preogratif presiden, namun terkait postur kabinet dan para menteri yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan bangsa hari ini dan ke depan Presiden tetap membutuhkan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Oleh karena itu diselenggarakan Konferensi Nasional Hukum Tata Negara ke-6 yang mengundang para akademisi dan praktisi ke Istana negara untuk menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitiannya dalam sebuah paper bertema membentuk Kabinet Presidensial yang Efektif.

Loading...

Paper diseleksi dan salahsatu yang lolos dan mempresentasikan pemikirannya adalah Dosen FH UBB, Darwance SH. MH. Papernya berjudul Menyusun (Cara Agar) Kabinet Efektif di Sistem Presidensial. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 2 sampai 4 September 2019 dan acara dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Konferensi ini mengundang ratusan akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi dengan beragam latar belakang keilmuan. Banyak pemikiran dan gagasan diberikan dan hasilnya akan diformulasikan dalam sebuah rekomendasi untuk diserahkan kepada Presiden sebagai masukan untuk membentuk kabinet efektif diperiode kedua.

Dalam konferensi ini, Darwance merekomendasikan bahwa perlu pembatasan unsur menteri yang berasal dari partai politik karena adanya potensi konflik kepentingan, dan terhadap kementerian yang masuk kategori konstitusional sebagai trium virat sebaiknya dari kalangan profesional, yaitu Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan. (rel)

Komentar

BERITA LAINNYA