oleh

Divonis Kebiri, Pelaku: Tembak Mati daripada Tidak Bisa Ereksi

Apa yang membuat Anda gelap mata dan selalu mencari korban anak-anak?
Saya sering lihat video (bokep) itu. Pernah menemukan video bokep anak-anak. Sebenarnya saya lebih memilih yang dewasa. Tapi, yang dewasa lebih sulit. Saya tidak suka ke BC (eks lokalisasi terkenal di Kota Mojokerto, Red). Karena saya tidak punya uang. Saya cuma bayaran Rp 280 ribu seminggu sebagai tukang las. Kalau anak-anak, bisa diiming-imingi kue.

Bagaimana perasaan Anda setelah melakukan pemerkosaan?
Saya kesel (capek).


Loading...

Apakah Anda menyesali perbuatan itu?
Iya. Saya sangat menyesal. Saya sudah minta maaf ke keluarga korban saat disidang di pengadilan. Tidak tahu apakah dimaafkan atau tidak.

Sanksi Berat agar Ada Efek Jera
Humas PN Mojokerto Erhammudin menegaskan, banyak hal yang menjadi alasan majelis hakim menjatuhkan putusan berat kepada Aris. Di antaranya, memberikan efek jera bagi pelaku. ”Ini kejahatan yang sangat serius,” tegas dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto (Grup Babelpos.co).

Erhammudin menambahkan, kebiadaban Aris terekam jelas selama persidangan berlangsung. Aris selalu memburu korban secara acak dengan keliling di sekolah dan kompleks perumahan. Dengan target bocah yang rata-rata masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Padahal, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dilindungi negara melalui pengadilan. Perlindungan itu berupa putusan-putusan yang dianggap memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat. ”Dan kami mencoba mencapai hal tersebut,” tambah dia.

Komentar

BERITA LAINNYA