oleh

Didit: Tak Ada Monopoli Ekspor Timah!

*Regulasi Justru Menyehatkan Industri Pertimahan
PANGKALPINANG – Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya seperti tak sependapat dengan pernyataan Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattaliti berkenaan terhentinya puluhan eksportir sekaligus pabrik peleburan (smelter) timah batangan di Babel karena persaingan bisnis yang tidak sehat.

Justru, menurut Didit, regulasi pemerintah yang ingin menyehatkan bisnis pertimahan mulai dari eksplorasi hingga produksi. Seperti Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 1806 Tahun 2018, setiap smelter wajib menerapkan Competent Person Indonesia (CPI) sebagai upaya penataan tambang dan kepastian asal-usul bahan baku mineral.

Loading...

Nantinya, setiap sumber daya dan cadangan harus diverifikasi terlebih dahulu oleh CPI sebelum akhirnya dapat memproses Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Memang aturan tersebut menimbulkan banyak polemik di tengah para pelaku industri. Setidaknya belasan smelter timah swasta berhenti beroperasi dan hanya PT Timah yang dapat beroperasi.

Namun kenyataannya sejak September 2019 tidak saja PT Timah, sudah ada 3 smelter swasta yang bisa melakukan ekspor, yaitu PT RBT, PT MSP, dan ACL yang bertransaksi melalui bursa baik itu Jakarta Future Exchange (JFE) maupun di ICDX, setelah ketiga smelter memenuhi regulasi pemerintah, yakni memenuhi persyaratan tentang CPI.

Komentar

BERITA LAINNYA